Konflik yang terjadi di Ukraina dan Iran memberikan satu pelajaran penting bagi militer modern. Drone murah sekali pakai yang diproduksi massal bisa memiliki nilai strategis yang setara dengan senjata presisi mahal.
Kini, sebuah startup asal Jepang mendorong logika tersebut lebih jauh dengan mengganti rangka pesawat menjadi material yang jauh lebih sederhana, yakni kardus.
Kementerian Pertahanan Jepang dilaporkan baru saja mengadakan pertemuan dengan Air Kamuy, produsen drone yang rancangan utamanya mengandalkan konstruksi kardus bergelombang (corrugated cardboard).
Pertemuan ini mengisyaratkan ambisi besar Tokyo untuk mengambil peran pemimpin dalam produksi drone berbiaya rendah, di tengah pergeseran kalkulasi taktik perang modern yang kini sangat dipengaruhi oleh model-model drone produksi massal.
Fokus utama kementerian tertuju pada AirKamuy 150, sebuah drone bersayap tetap (fixed-wing) multiperan. Konsepnya sering disandingkan dengan drone Lucas buatan Amerika Serikat dan Shahed dari Iran, dua model yang telah membuktikan ketangguhannya di medan tempur. Bedanya, AirKamuy 150 jauh lebih mudah untuk dirakit dan dioperasikan.
Simak Video "Video: Gen Z dalam Kepungan Algoritma"
(asj/fay)