Apple mengumumkan kenaikan harga untuk MacBook dan iPad. Ini merupakan langkah pertama perusahaan untuk membebankan biaya memori dan penyimpanan yang lebih tinggi ke konsumen, setelah CEO Tim Cook menyatakan kenaikan harga tak lagi terhindarkan.
Akibatnya, saham perusahaan ditutup turun lebih dari 6% pada hari Kamis setelah perubahan harga tersebut diumumkan, mencatatkan kejatuhan terburuk sejak bulan April 2025.
Daftar Perubahan Harga Terbaru dari Apple di Amerika Serikat:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MacBook Neo (Entry-level): Dari $599 naik menjadi $699
MacBook Air 512GB: Dari $1.099 naik menjadi $1.299
MacBook Pro 1TB: Dari $1.699 naik menjadi $1.999
iPad Air 128GB: Dari $599 naik menjadi $749
iPad Pro Wi-Fi 256GB: Dari $999 naik menjadi $1.199
"Industri elektronik konsumen menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ekspansi pesat data center AI menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa untuk memori dan penyimpanan. Kami belum pernah melihat harga komponen naik sebesar ini, dan secepat ini," sebut Apple
Apple menambahkan telah mencapai titik di mana mereka harus mulai menaikkan harga pada sejumlah produk, pernyataan yang membuka kemungkinan adanya kenaikan lanjutan di masa depan. "Kami tahu ini bukanlah kabar yang diharapkan dan kami sedang bekerja tanpa lelah untuk mencari solusi," tambah mereka.
Efek Domino Booming AI
Pekan lalu, Tim Cook mengatakan ke Wall Street Journal bahwa Apple tidak bisa lagi sepenuhnya melindungi pelanggan dari lonjakan biaya komponen yang dipicu oleh tren AI. "Ini adalah fenomena langka seratus tahunan. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di sektor mana pun dalam lebih dari 40 tahun," sebutnya.
Menurut Counterpoint Research, harga memori dan penyimpanan melonjak empat kali lipat dalam tiga kuartal terakhir. Ini terjadi karena para pemasok mengarahkan lebih banyak jalur produksi untuk membuat memori bandwidth tinggi yang digunakan server AI.
Tarun Pathak, direktur riset Counterpoint Research, memperkirakan tingginya biaya komponen dapat menambah sekitar USD 200 pada biaya produksi tiap iPhone. Ia memproyeksikan kenaikan harga sekitar $150 hingga $200 di seluruh lini produk, dengan pembebanan yang lebih besar pada konfigurasi memori tinggi dibanding model dasar.
Dorongan integrasi AI memberi Apple alasan tambahan untuk memprioritaskan konfigurasi memori lebih besar. Firma riset IDC memperkirakan seluruh model iPhone baru akan beralih menggunakan RAM 12GB, karena Apple ingin menghindari penjualan perangkat baru yang tidak memiliki akses ke fitur Apple Intelligence.
Fitur AI pada perangkat yang lebih canggih membutuhkan memori lebih besar dan pengalaman baru dari asisten virtual Siri milik Apple hanya akan berjalan di hardware yang lebih baru.
Baca juga: Apple Pun Tak Kuasa Menahan Harga iPhone |
(fyk/afr)