×
Ad

Keren! Anak Indonesia Selamatkan Terumbu Karang Pakai Teknologi

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 25 Apr 2026 22:06 WIB
Keren! Anak Indonesia Selamatkan Terumbu Karang Pakai Teknologi Foto: Samsung Indonesia
Jakarta -

Berawal dari pengalaman snorkeling di Nusa Penida, Bali, Brigitta Gunawan kini dikenal sebagai anak muda Indonesia yang aktif menyelamatkan terumbu karang lewat pendekatan teknologi dan edukasi. Kisahnya menunjukkan bagaimana generasi muda bisa berperan nyata dalam menghadapi krisis lingkungan global.

Perjalanan Brigitta dimulai saat remaja, ketika ia pertama kali melihat langsung keindahan bawah laut di Nusa Penida. Pengalaman tersebut membuka matanya bahwa ekosistem laut-khususnya terumbu karang-memiliki peran penting, namun juga berada dalam kondisi rentan akibat perubahan iklim, polusi, hingga praktik penangkapan ikan berlebih.

Menurut data UN Environment Programme (UNEP), hingga 90% terumbu karang dunia berpotensi hilang pada 2050 jika tidak ada aksi serius. Padahal, lebih dari satu miliar orang di dunia bergantung pada laut untuk mata pencaharian dan ketahanan pangan.

Dari Hashtag Jadi Gerakan Nyata

Pada 2021, di usia 17 tahun, Brigitta meluncurkan gerakan 30x30 Indonesia-sebuah inisiatif yang terinspirasi dari target global melindungi 30% lautan dunia pada 2030. Awalnya, gerakan ini hanya berupa kampanye media sosial berbasis hashtag.

Namun respons publik cukup besar. Dalam waktu satu bulan, lebih dari 400 unggahan dukungan muncul dari berbagai komunitas, termasuk pelajar dan kelompok pemuda yang sebelumnya belum mengenal isu konservasi laut.

Gerakan ini kemudian berkembang menjadi aksi nyata di lapangan. Brigitta bersama komunitas lokal dan penyelam di Bali membangun taman karang buatan (artificial reef). Dalam lima tahun terakhir, mereka telah menanam lebih dari 1.400 fragmen karang dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 86%.

Kursus daring Diverseas memperluas pendidikan kelautan melampaui ruang kelas, menjangkau siswa di lebih dari 10 negara. Foto: Samsung Indonesia

Teknologi 360 Derajat untuk Edukasi Laut

Tak hanya fokus pada restorasi, Brigitta juga menaruh perhatian besar pada edukasi. Ia menyadari bahwa banyak orang belum pernah melihat langsung keindahan bawah laut, sehingga sulit memahami pentingnya konservasi.

Untuk itu, pada 2024 ia meluncurkan Diverseas, program edukasi berbasis teknologi yang memanfaatkan video bawah laut 360 derajat. Dengan bantuan headset VR, siswa dapat merasakan pengalaman seolah berada langsung di dasar laut.

Program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 peserta di 12 negara melalui workshop, kursus online, hingga pelatihan penyelam. Diverseas menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan literasi kelautan secara imersif.

Dalam aktivitasnya, Brigitta juga memanfaatkan perangkat dari Samsung untuk dokumentasi dan distribusi konten edukasi agar lebih mudah diakses oleh generasi muda.




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork