Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indonesia Runner Up Lomba Video Game Internasional

Indonesia Runner Up Lomba Video Game Internasional


- detikInet

Jakarta - Gamer Indonesia berhasil menjadi runner up dan menggondol hadiah US$ 10 ribu dalam kejuaraan video game bertaraf internasional di Beijing, Cina.Dalam ajang bertajuk International Electronic Sport Turnament (IEST) 2007 itu, Villy Vega yang mewakili Indonesia berhasil menumbangkan lawan-lawannya sebelum akhirnya dikalahkan oleh Spank, gamer asal Prancis yang jadi musuh bebuyutannya belakangan ini.Villy dinyatakan kalah gol kandang setelah berhasil ditahan Spank dengan skor total 3-3, (3-2) dan (0-1). Sebelumnya, Spank juga sempat mengandaskan langkah Villy di perdelapan final lomba game Electronic Sport World Cup (ESWC) 2007 di Prancis, beberapa waktu lalu.Meski demikian, sebagai runner up, Villy berhak membawa pulang uang tunai senilai US$ 10.000 atau hampir Rp 100 juta. Sementara Spank berhak mengantungi hadiah sebesar US$ 20.000 sebagai juara utama IEST 2007."Beberapa kali saya bertemu dengan Spank, semakin tahu taktik dan strategi yang dimainkan dia. Jika nanti saya dipertemukan lagi di ajang Electronic Sport Pro Evolution Soccer 6, saya yakin bisa menaklukkan Spank," tandas Villy penuh keyakinan dalam surat elektroniknya yang ditujukan pada detikINET, Kamis (25/10/2007).Di ajang game internasional yang berlangsung selama delapan hari tersebut (16-23 Oktober 2007), Villy sempat menorehkan prestasi gemilang dengan menumbangkan Butcher yang berpredikat sebagai juara bertahan di ajang ESWC 2007. Villy menang tandang atas Butcher dengan skor kandang (0-0) dan tandang (4-4)."Luar biasa, saya bisa masuk ke final kejuaraan ini dan mengalahkan nama-nama besar seperti Butcher dari Jerman," ungkap pria asal kota Bandung ini.Rasa bangga juga diungkapkan oleh Manager Villy, Wendy Vega. Menurutnya, nama Indonesia sudah mulai disegani di dunia international untuk cabang game Electronic Sport cabang Pro Evolution Soccer."Ini adalah prestasi tertinggi gamers Indonesia di kancah International. Sebelumnya pada ajang yang berbeda, ESWC di Prancis, Villy hanya bisa masuk sampai 8 besar saja," ungkapnya penuh semangat.Wendy berharap, keberhasilan Villy sebagai runner up di kancah International, bisa memacu gamer lainnya untuk lebih serius menekuni olahraga elektronik. "Setidaknya 'pesepakbola' kita sudah ada yang berprestasi di tingkat internasional di tengah lesunya prestasi sepakbola nasional," sindirnya. (rou/ash)





Hide Ads