Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah gambar buatan AI yang menggambarkan dirinya sosok mirip Yesus menyembuhkan orang sakit. Namun, gambar itu memiliki satu perubahan cukup mencolok dari versi aslinya yang diunggah beberapa bulan lalu oleh pendukung Trump, yakni digantinya sosok tentara AS dengan makhluk bertanduk dan bersayap.
Penggambaran sang presiden dalam gambar viral itu memicu kritik keras, bahkan dari pendukung garis kerasnya, yang menuduhnya melakukan penistaan agama dan mendesaknya untuk menghapusnya. Trump akhirnya menghapus postingan tersebut dan mengatakan ia mengira gambar itu menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter.
Di sisi lain, beberapa orang menyoroti apa yang disebut editor The Bulwark, Sonny Bunch, sebagai "iblis" di latar belakang di atas bahu kiri Trump. "Masalah dengan Donald Trump adalah dia benar-benar orang yang tak religius dan akibatnya, sama sekali tak peduli dengan gambar dirinya sebagai Yesus dengan iblis di atas bahunya," tulisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gambar itu merupakan daur ulang dari gambar yang diunggah pada bulan Februari lalu oleh influencer MAGA, Nick Adams. Awalnya, Adams memaknai gambar tersebut sebagai Trump yang sedang menyembuhkan Amerika yang "sakit" dan saat itu juga dikritik karena penggambaran tersebut.
Gambar aslinya memang menampilkan beberapa sosok yang berdiri di belakang bahu Trump, yang tampaknya adalah tentara AS. Namun, gambar yang diunggah oleh Trump mengubah salah satu dari sosok tersebut menjadi makhluk yang tampak memiliki tiga tanduk dan sayap.
Trump's Truth Social post added the horned figure (at the top) to an already disgusting picture @NickAdamsinUSA shared in February. pic.twitter.com/RWGdQoWzIX
β mend_alyn (@mend_alyn) April 13, 2026
Pengguna X @Mend_alyn adalah salah satu yang pertama kali menyadari perubahan tersebut dan mengunggah kedua gambar berdampingan: "Postingan Truth Social Trump menambahkan sosok bertanduk (di bagian atas) ke gambar yang pada dasarnya sudah menjijikkan yang dibagikan @NickAdamsinUSA bulan Februari," tulisnya.
Dikutip detikINET dari Yahoo News, tidak jelas dari mana sang presiden mendapatkan gambar tersebut, kapan ia menyimpannya, atau apakah gambar itu telah diedit oleh seseorang di timnya.
Namun, versi yang ia bagikan tampaknya telah melalui proses editing AI tambahan, ditandai penurunan kualitas gambar yang terlihat jelas, termasuk detail terdistorsi seperti tulisan di topi salah satu karakter yang awalnya berbunyi "Veteran", jadi tampak acak-acakan di postingan sang presiden.
(fyk/fyk)