Seorang pria yang dituduh melempar bom molotov ke rumah CEO OpenAI, Sam Altman, pekan lalu diduga kuat berusaha membunuhnya. Menurut jaksa wilayah San Francisco, tersangka termotivasi oleh kebencian terhadap teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Tersangka, Daniel Moreno-Gama, didakwa dengan percobaan pembunuhan dalam kasus ini. Moreno juga menghadapi dakwaan federal, termasuk percobaan pengrusakan dan penghancuran properti menggunakan bahan peledak serta kepemilikan senjata api tak terdaftar.
"Dakwaan yang diumumkan hari ini mencerminkan eskalasi yang sangat mengkhawatirkan dari sekadar niat menjadi tindakan kekerasan yang menargetkan kediaman pribadi dan perusahaan teknologi," kata Penjabat Agen Khusus FBI, Matt Cobo.
"Ini bukan tindakan spontan. Ini direncanakan, ditargetkan, dan sangat serius," imbuhnya seperti dikutip detikINET dari CNBC.
Setelah Moreno ditangkap usai serangannya, petugas Departemen Kepolisian San Francisco mengamankan dokumen miliknya yang merinci niat jahatnya. Moreno menyatakan tujuannya untuk membunuh Altman dan memperingatkan tentang"kepunahan umat manusia yang akan segera terjadi akibat AI.
Nama Altman tidak disebutkan secara langsung dalam dokumen tersebut, namun dokumen itu mendeskripsikan "Korban-1" sebagai pimpinan eksekutif dari sebuah perusahaan riset yang menyebarkan dan mengembangkan kecerdasan buatan (AI) serta beroperasi dalam perdagangan antarnegara bagian dan luar negeri.
Pada bagian pertama dokumen berjudul Peringatan Terakhir Anda, Moreno menyatakan bahwa ia membunuh/mencoba membunuh Korban-1. Ia juga mencantumkan nama dan alamat beberapa eksekutif, anggota dewan, dan investor AI lainnya.
Bagian kedua dokumen mengeksplorasi risiko AI terhadap umat manusia. Moreno menutup dokumen itu dengan menulis surat langsung kepada Altman yang menyatakan bahwa, "jika karena suatu keajaiban Anda selamat, maka saya akan menganggap ini sebagai tanda dari Tuhan agar Anda menebus kesalahan Anda."
Direktur FBI Kash Patel mengatakan lembaganya dan para mitra melakukan operasi di Texas yang terkait dengan serangan terhadap rumah Altman.
Moreno melempar 'perangkat pembakar bergaya bom molotov yang menyala' ke rumah Altman sekitar pukul 3:37 pagi. Perangkat tersebut memicu api di bagian atas gerbang masuk. Tidak ada korban luka dilaporkan dan Moreno melarikan diri.
Tersangka tiba di markas OpenAI sekitar pukul 5:00 pagi, melempar kursi ke pintu kaca dan mengancam akan membakarnya dan membunuh siapa pun di dalamnya. Petugas merespons ke lokasi kejadian dan Moreno pun ditangkap.
"Kami sangat mengapresiasi seberapa cepat SFPD merespons dan dukungan dari pihak kota dalam membantu menjaga keamanan karyawan kami. Individu tersebut telah ditahan, dan kami membantu penegak hukum dalam penyelidikan mereka," kata OpenAI.
Di blog pribadi, Altman menanggapi serangan tersebut dan membagikan foto keluarganya. Ia menulis bahwa ia meremehkan kekuatan kata-kata dan narasi. Menurutnya, beberapa tahun terakhir ini memang merupakan masa yang sangat intens, kacau, dan bertekanan tinggi baginya.
Baca juga: Bos ChatGPT Dipuja Bak Dewa AI, Padahal... |
Simak Video "Video: Penggunaan ChatGPT Melesat, OpenAI Sentuh Pendapatan Rp 162,7 T"
(fyk/afr)