Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos ChatGPT Dipuja Bak Dewa AI, Padahal...

Bos ChatGPT Dipuja Bak Dewa AI, Padahal...


Fino Yurio Kristo - detikInet

Chief Executive Officer (CEO) OpenAI Samuel Altman menjadi orang asing pertama yang mendapatkan golden visa RI setelah aturan diundangkan akhir Agustus lalu.
Sam Altman, CEO OpenAI. Foto: Dok. Fortune
Jakarta -

Sam Altman, CEO OpenAI dan wajah publik dari ChatGPT, dikenal sebagai genius di bidang kecerdasan buatan atau AI, atau setidaknya itulah citra yang dia bangun. Mungkin saja ia tidak sepandai perkiraan orang.

Laporan investigasi terbaru di New Yorker melukiskan potret berbeda. Berdasarkan wawancara dengan sejumlah orang dalam OpenAI yang pernah bekerja dengan Altman, artikel tersebut menggambarkan sang CEO bukan sebagai genius teknis, melainkan manipulator ulung. Altman disebut sosok dengan pemahaman yang secara mengejutkan sangat dangkal mengenai sistem AI yang sedang dibangun perusahaannya.

Menurut sejumlah engineer yang diwawancarai untuk artikel tersebut, Altman kurang memiliki pengalaman baik dalam pemrograman maupun dalam machine learning (pembelajaran mesin). Kurangnya keahlian itu menjadi sangat kentara ketika sang CEO keliru mencampuradukkan istilah-istilah dasar AI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dikutip detikINET dari Futurism, sebagai CEO dari perusahaan yang mungkin akan segera menjadi perusahaan publik paling berharga di dunia, citra Altman menjadi krusial. Ia dinilai sudah menjadi semacam kultus yang memungkinkannya lolos dari situasi-situasi sulit yang mungkin akan dengan mudah menjerat pengusaha lain.

Mantan peneliti OpenAI, Carroll Wainwright, saat berbicara kepada New Yorker, menyatakan bahwa Altman berhasil menghindari kondisi sukar. "Dia menyiapkan struktur yang, di atas kertas, akan membatasinya di masa depan. Namun kemudian, ketika masa depan itu tiba dan sudah waktunya ia dibatasi, ia menyingkirkan apa pun struktur itu," katanya mengibaratkan.

Bakatnya dalam menutupi kekurangan teknis melalui manuver-manuver ruang rapat ini membuat Altman mendapat reputasi sebagai praktisi "trik pikiran Jedi", menurut salah seorang narasumber di industri teknologi yang pernah bekerja dengan sang CEO.

"Saya rasa ada kemungkinan kecil, namun nyata, bahwa pada akhirnya ia akan dikenang sebagai penipu sekelas Bernie Madoff atau Sam Bankman-Fried," sebut salah satu eksekutif senior di Microsoft kepada New Yorker.




(fyk/rns)




Hide Ads