Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
YouTube Ajak Kreator untuk 'Kloning' Diri Pakai AI

YouTube Ajak Kreator untuk 'Kloning' Diri Pakai AI


Anggoro Suryo - detikInet

YouTube Shorts
Foto: screenshot/detikINET
Jakarta -

YouTube Shorts sedang menggulirkan fitur baru berbasis AI untuk para kreator konten. Kemampuan ini memberikan cara mudah bagi mereka untuk mengkloning diri sendiri secara realistis di depan kamera.

Langkah ini diambil di tengah upaya platform menyeimbangkan kehadiran fitur generatif dengan maraknya masalah konten tiruan. Perusahaan menyebut fitur ini memungkinkan pengguna membuat versi digital dari diri mereka sendiri yang disebut avatar.

Avatar pintar ini nantinya bisa disisipkan ke dalam video Shorts yang sudah ada sebelumnya. Pengguna juga bebas memanfaatkannya untuk membuat sebuah klip video yang benar-benar baru dari awal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Cara membuat tiruan digital ini rupanya tidak semudah menekan satu tombol. Pengguna harus merekam video swafoto langsung untuk menangkap wajah dan suara mereka sambil mengikuti serangkaian instruksi dari sistem.

Agar hasilnya maksimal, perekaman wajib dilakukan di tempat dengan pencahayaan yang bagus dan lingkungan yang tenang. Perangkat ponsel juga harus dipegang sejajar dengan tinggi mata dan pastikan tidak ada orang lain di latar belakang.

Setelah avatar selesai dibuat, pengguna bisa langsung memerintahkan sistem untuk membuat klip pendek berdasarkan teks. Klip hasil olahan kecerdasan buatan ini memiliki durasi maksimal hingga delapan detik.

Penggunaan avatar ini hadir dengan batasan yang terbilang cukup ketat demi alasan keamanan. Fitur ini hanya bisa dipakai di video asli milik kreator bersangkutan yang juga memegang kendali penuh atas opsi remix karyanya.

Pengguna berhak menghapus avatar maupun video yang memuat tiruan tersebut kapan pun mereka mau. Jika tiruan digital ini dibiarkan menganggur selama tiga tahun berturut-turut, sistem akan menghapusnya secara otomatis.

Semua video yang menggunakan avatar ini akan ditandai dengan jelas sebagai hasil buatan kecerdasan buatan. Penandaan ini mencakup tanda air visual serta label digital seperti SynthID dan C2PA, demikian dikutip detikINET dari 9to5Google, Kamis (9/4/2026).

Ketersediaan fitur ini akan dilakukan secara bertahap dan belum bisa dinikmati oleh semua orang secara serentak. Syarat utamanya adalah kreator harus berusia minimal 18 tahun dan sudah memiliki saluran YouTube yang aktif.

Kehadiran avatar ini semakin menambah daftar panjang perangkat software AI bagi kreator di ekosistem YouTube. Sebagian besar fitur canggih tersebut ditenagai langsung oleh model kecerdasan buatan Gemini buatan induk perusahaannya.

Langkah perluasan fitur AI ini cukup menarik mengingat pesaing seperti OpenAI malah baru saja mematikan alat pembuat video Sora karena masalah biaya. Sepertinya fitur kloning ini bakal jadi tren baru yang membuat para pembuat konten tidak perlu lagi repot berdandan sebelum syuting konten singkat.




(asj/rns)




Hide Ads