Protes Myanmar, Situs Galang Celana Dalam Wanita
- detikInet
Jakarta -
Lewat Internet, hampir segala macam informasi bisa tersebar dengan mudahnya. Begitu pula kampanye unik ini, di mana celana dalam wanita dianggap bisa merongrong kekuasaan rezim militer Myanmar, diumumkan luas lewat situs.Kampanye baru ini ditujukan untuk mendukung aksi protes rakyat Burma yang belum juga bisa meruntuhkan kekuasaan rezim yang kejam. Bertajuk 'Panties for Peace", kampanye besutan lembaga 'Lanna Action For Burma' ini diumumkan online lewat lannaactionforburma.blogspot.com.Dalam situs ini, disarankan berbagai cara dalam mendukung protes rakyat Myanmar. Satu yang paling nyleneh adalah dengan mengirim celana dalam wanita ke Kedutaan Myanmar terdekat.Barangkali agar efektif, disarankan agar para wanita mengirimkan celana dalam sebanyak-banyaknya dan secepat mungkin. Alasannya, situs itu mengklaim bahwa rezim militer Myanmar percaya tahayul bahwa kontak dengan celana dalam, bisa memperlemah kekuasaan mereka."Perempuan di Thailand, Australia, Singapura, Inggris dan lainnya mulai mengirim celana dalam mereka ke pemerintah Myanmar," demikian klaim Liz Hilton, juru bicara Lanna Action for Burma seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Selasa (23/10/2007). Anda berminat?
(fyk/wsh)