Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Intelijen Barat Sebut Rusia Kirim Drone ke Iran

Intelijen Barat Sebut Rusia Kirim Drone ke Iran


Aisyah Kamaliah - detikInet

drone shahed Iran
Drone shahed Iran. Foto: Wikimedia
Jakarta -

Rusia disebut-sebut mengirimkan drone ke Iran untuk mendukungnya dalam perang. Hal ini berdasarkan laporan dari intelijen barat. Tak hanya itu, Moskow dikatakan memasok obat-obatan dan juga makanan untuk Teheran.

Konon, petinggi di Iran dan pemerintah Rusia secara diam-diam berdiskusi untuk mengantar drone beberapa hari setelah Israel dan AS menyerang Teheran. Proses pengiriman dimulai pada awal Maret dan diprediksi akan selesai akhir bulan.

Dikutip dari Financial Times, Kamis (26/3/2026), Moskow memiliki hubungan dekat dengan Teheran dan telah memberikan dukungan penting kepada sekutunya, termasuk citra satelit, data penargetan, dan dukungan intelijen. Pengiriman persenjataan seperti drone akan menjadi bukti pertama bahwa Moskow bersedia memberikan dukungan kepada Iran sejak awal perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ketika ditanya tentang pengiriman drone oleh Moskow ke Iran, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov tak menjawab gamblang. "Ada banyak berita palsu yang beredar saat ini. Satu hal yang benar -- kami melanjutkan dialog kami dengan kepemimpinan Iran," ujarnya.

Seorang pejabat senior Barat mengatakan Moskow turun tangan untuk memperkuat tidak hanya kemampuan tempur Iran tetapi juga untuk menjamin stabilitas politik Teheran.

Di depan umum, Moskow telah menyoroti penyediaan bantuan kemanusiaan sejak konflik dimulai. Pihaknya mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah mengirimkan lebih dari 13 ton obat-obatan ke Iran melalui Azerbaijan dan berencana untuk melanjutkan pengiriman tersebut.

Iran telah menjadikan penembakan drone serang satu arah di Timur Tengah sebagai elemen inti dari strategi militernya. Sejak pecahnya pertempuran, Rusia telah menembakkan lebih dari 3.000 drone jenis itu. Drone tersebut dapat diproduksi dengan murah.

Sejak tahun 2023, Rusia telah memproduksi drone serang satu arah dengan desain Iran untuk digunakan di Ukraina. Drone-drone tersebut telah dimodifikasi agar mampu menghindari pertahanan udara dan membawa muatan yang lebih berat.

"Mereka tidak membutuhkan lebih banyak drone. Mereka membutuhkan drone yang lebih baik. Mereka menginginkan kemampuan yang lebih canggih," ucap Antonio Giustozzi peneliti senior di Royal United Services Institute.

Giustozzi menyebut bahwa ia telah mendengar secara independen dari sumber-sumber di dalam Korps Garda Revolusi Islam bahwa diskusi tentang pengiriman drone telah dibuka dengan Rusia, segera setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Salah satu pejabat keamanan Barat mengaku mereka belum menetapkan kelas drone yang tepat yang disetujui Rusia untuk dikirim ke Iran bulan ini. Mereka menambahkan bahwa Moskow hanya akan mampu mengirimkan model seperti Geran-2, yang didasarkan pada Shahed-136 Iran.

Nicole Grajewski, profesor di Universitas Sciences Po di Paris yang mempelajari hubungan Rusia-Iran, mengatakan Teheran mungkin ingin merekayasa balik drone untuk membantu meningkatkan sistem dalam negerinya.

Persenjataan canggih Rusia juga dapat meningkatkan efektivitas serangan drone Iran, terutama jika Teheran tidak memiliki waktu untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam sistem domestiknya.

"Rusia secara dramatis meningkatkan Shahed, termasuk modifikasi pada mesin, navigasi, dan kemampuan anti-jamming. Jadi sistem ini sudah lebih canggih daripada yang diproduksi Iran di dalam negeri," ungkap Grajewski.

Teheran juga telah meminta Rusia untuk kemampuan pertahanan udara yang lebih canggih dan menyetujui kesepakatan Desember lalu untuk mengirimkan 500 unit peluncur Verba portabel dan 2.500 rudal 9M336 selama tiga tahun. Namun, Rusia telah menolak permintaan Iran untuk S-400, salah satu sistem pertahanan udara tercanggih Moskow, menurut beberapa sumber.

Sebagai catatan, Rusia dan Iran menandatangani perjanjian kemitraan strategis tahun lalu. Dalam isinya, secara signifikan tidak mewajibkan kedua pihak untuk saling membela satu sama lain.




(ask/ask)






Hide Ads