Pendiri perusahaan AI, Palantir Technologies, Peter Thiel memberikan ceramah rahasia di Roma, Italia yang bikin banyak pihak curiga. Ceramahnya soal Antichrist alias Dajjal.
Peter Thiel dikenal sebagai mantan CEO PayPal, pemodal ventura, pendonor gerakan MAGA Donald Trump dan kolega dari pelaku pedofilia Jefrey Epstein. Diberitakan CNN, Kamis (19/3/2026) Peter Thiel minggu ini ada di Roma, Italia.
Dia punya acara ceramah yang tertutup dari media dan di tempat yang tidak disebutkan. Undangan acara ini dilihat oleh jurnalis Asociated Press, tema acaranya cukup mengagetkan: Antichrist.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antichrist atau antikristus dalam eskatologi Kristen adalah sosok yang menjadi lawan Yesus Kristus sebelum Kedatangan Kedua. Sementara, di dalam Islam sosok ini disebut dengan nama Dajjal. Kemunculan Peter Thiel memberi ceramah soal Antichrist di dekat Vatikan, tentu jadi menimbulkan kecurigaan. Kenapa di saat Perang Iran dan kenapa soal tema akhir zaman?
Thiel sebelumnya pernah menulis dan ceramah soal Antichrist. Kata dia, Antichrist bukan orang, tapi sistem pemerintahan global. Ia akan menguasai dunia dengan cara mengeksploitasi ketakutan manusia terhadap AI, perubahan iklim dan perang nuklir.
Thiel juga disebutkan tidak suka dengan pengaruh pemimpin Vatikan Paus Leo XIV yang mendukung penguatan lembaga internasional seperti PBB. Thiel lebih mendukung visi berorientasi teknologi dan nasionalisme terutama koalisi Trump di Amerika.
Analis politik Italia, Francesco Sisci berpendapat bahwa Vatikan jadi atensi elit di lingkaran Trump. Steve Bannon, mantan penasihat Trump pernah bilang kepada Jefrey Epstein kalau dia ingin menjatuhkan Paus Fransiskus. Namun Thiel dinilai berbeda dengan Bannon, karena ingin menyampaikan pemikirannya di pusat Gereja Katolik.
"Godfather jutawan teknologi datang ke Roma artinya Paus dan Katolik menjadi penting kembali. Dia (Paus Leo) tampaknya akan menjaga jarak (dari Thiel). Vatikan akan berhati-hati agar tidak dimanipulasi," kata Sisci.
Paus Leo adalah paus pertama dari Amerika. Namun dia punya beberapa sikap yang berseberangan dengan Presiden Donald Trump misalnya mengkritik masalah imigran, meminta gencatan senjata di Timur Tengah, meminta media massa tidak jadi corong untuk perang, dan mengkritik pemberitaan terkait Perang Iran.
(fay/fyk)

