Judi online masih menjadi salah satu persoalan besar di Indonesia. Meski ribuan situs telah diblokir, platform perjudian digital terus bermunculan dengan domain baru dan metode transaksi yang semakin beragam.
Hal ini membuat pemberantasan judi online menjadi lebih rumit dibandingkan sekadar memblokir situs. Banyak platform dengan mudah mengganti alamat domain atau memindahkan server sehingga tetap dapat beroperasi.
Melihat tantangan tersebut, tiga engineer Indonesia mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama GambitHunter. Sistem ini dirancang untuk membantu mengidentifikasi situs judi online sekaligus menemukan jalur transaksi yang digunakan bandar.
Teknologi tersebut dikembangkan oleh Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry. Proyek ini bahkan berhasil meraih juara kedua dalam OpenAI Codex Hackathon di Singapura.
Menariknya, sistem ini tidak dibuat dalam waktu lama. Dalam hackathon tersebut, tim hanya memiliki waktu sekitar tujuh jam untuk merancang dan membangun GambitHunter.
"Sebetulnya hackathon kemarin jauh lebih singkat, hanya 7 jam. Tapi dengan bantuan Codex kita bisa mengerjakannya dengan cepat. Menurut saya ini akan menjadi normal baru karena AI benar-benar meningkatkan produktivitas developer," kata Steven.
Berbeda dengan metode manual yang biasanya membutuhkan investigasi panjang, GambitHunter menggunakan pendekatan AI agent yang mampu menjelajah internet secara otomatis untuk mencari dan menganalisis situs yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi online.
AI Agent Menjelajah Situs
Tahap pertama dalam sistem GambitHunter adalah proses eksplorasi. Pada tahap ini, AI agent bertugas mengumpulkan daftar situs yang berpotensi menjadi platform judi online.
Menurut Steven Sukma Limanus, agen eksplorasi tersebut dapat mencari situs dari berbagai sumber di internet secara otomatis.
"Pada tahap eksplorasi kita berusaha mencari situs judi online dari beberapa sumber. Ada AI agent yang secara otomatis melakukan hal ini," kata Steven.
AI kemudian mengumpulkan berbagai situs yang dianggap mencurigakan untuk dianalisis lebih lanjut.
Klasifikasi Menggunakan Model AI
Setelah daftar situs terkumpul, sistem masuk ke tahap berikutnya yaitu klasifikasi. Pada tahap ini, GambitHunter menggunakan model AI untuk menentukan apakah sebuah situs benar-benar merupakan platform judi online atau tidak.
Menurut Reynaldo Wijaya Hendry, sistem ini menggunakan model bahasa besar untuk membantu proses identifikasi tersebut.
"Iya, kita menggunakan AI untuk hal tersebut. Jadi agen eksplorasi ini akan mencoba mengumpulkan daftar situs judol potensial sebanyak mungkin. Setelah itu kita menggunakan model OpenAI GPT-5.2 untuk mengklasifikasikan apakah website tersebut benar-benar situs judi online," jelas Rey.
Pendekatan ini memungkinkan sistem memproses banyak situs sekaligus tanpa perlu dianalisis satu per satu secara manual.
(afr/afr)