Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mengenal 'Bom Beranak' Iran yang Bikin Iron Dome Kewalahan

Mengenal 'Bom Beranak' Iran yang Bikin Iron Dome Kewalahan


Fino Yurio Kristo - detikInet

Munisi tandan
Salah satu jenis bom tandan. Foto: Unwired
Jakarta -

Israel menyatakan Iran telah menembakkan senjata munisi tandan (cluster munitions) atau bom beranak, menambah tantangan bagi pertahanan udara Israel yang sudah kewalahan. Rudal Iran dilengkapi senjata itu dan sukar diantisipasi.

Hulu ledak munisi tandan pecah di ketinggian tinggi, menyebarkan puluhan anak bom (bomblets) lebih kecil di area luas. Bom-bom kecil ini, di malam hari bisa terlihat seperti bola api oranye, sulit dicegat dan mematikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Otoritas Israel beberapa hari terakhir berusaha mengedukasi masyarakat tentang bahayanya. Pasalnya, bom yang belum meledak dapat terus bertahan di tanah. Setidaknya tiga orang tewas akibat serangan munisi tandan.

Senjata ini telah digunakan beberapa dekade dalam berbagai konflik di seluruh dunia, termasuk oleh Israel ketika bertempur melawan kelompok Hizbullah di Lebanon pada tahun 2006.

Anak bom tersebar luas

Setelah munisi induk diluncurkan, ia melepas sub-munisi (bomblets) lebih kecil pada ketinggian 7-10 kilometer. Anak-anak bom tersebar di area luas, beberapa ratus meter hingga beberapa kilometer.

Kritikus berpendapat munisi tandan membunuh atau melukai secara membabi buta, dan anak bom yang belum meledak tetap berbahaya jauh setelah digunakan. Di Israel, munisi ini bisa menjadi sangat berbahaya karena sebagian besar rudal diarahkan ke wilayah padat penduduk.

"Bom tandan tidak menimbulkan kerusakan nyata pada bangunan, melainkan pada manusia," kata Yehoshua Kalisky, peneliti senior di Institute for National Security Studies yang dikutip detikINET dari Associated Press

Iron Dome kewalahan

Pejabat militer Israel mengatakan sekitar separuh dari proyektil yang diluncurkan Iran ke arah Israel adalah munisi tandan. Sistem pertahanan rudal Arrow telah melakukan tugas dengan baik mencegat rudal balistik. Namun, jika munisi tandan dilepas sebelum rudal dihancurkan, tidak banyak yang bisa dilakukan.

Sistem Iron Dome Israel diarahkan untuk mencegat roket lebih kecil yang ditembakkan dari jarak pendek dan ketinggian lebih rendah. Namun, sistem ini tidak dirancang untuk menghancurkan munisi tandan setelah mereka menyebar menjadi puluhan anak bom.

Tak seperti bahan peledak lebih berat, anak-anak bom ini, sering kali berbobot kurang dari 3 kilogram, paling berbahaya bagi target seperti mobil, etalase toko, atau orang-orang yang terjebak di luar tempat perlindungan.

Sub munisi ini juga lebih sering gagal meledak dibandingkan jenis hulu ledak lainnya. Senjata yang belum meledak dapat bertindak seperti ranjau darat, meledak di kemudian hari.

Secara luas dilarang tapi masih digunakan

Munisi tandan, termasuk yang lebih tepat sasaran dibanding milik Iran, tidak ilegal tapi dilarang Konvensi Jenewa untuk digunakan di wilayah sipil. Senjata ini juga dilarang di bawah perjanjian internasional yang ditandatangani lebih dari 120 negara. Iran, AS, dan Israel tidak ikut serta.

Munisi tandan pertama kali digunakan Nazi, saat mereka menjatuhkan "bom kupu-kupu" di Inggris pada Perang Dunia II. AS menggunakannya di Vietnam, Laos, Irak, dan Afghanistan, serta menyediakan munisi tandan ke Ukraina. Rusia dituduh menggunakan bom tandan dalam invasi ke Ukraina, yang dibantah oleh Moskow.

Selama perang tahun 2006 di Lebanon dengan kelompok militan Hizbullah, PBB memperkirakan sekitar 30% hingga 40% bom tandan Israel gagal meledak, meninggalkan Lebanon selatan berserakan dengan ratusan ribu anak bom.




(fyk/afr)








Hide Ads