xAI, startup kecerdasan buatan milik Elon Musk, terus ditinggal oleh co-founder dan peneliti senior dalam beberapa minggu terakhir. Musk mengakui xAI tidak dibangun dengan benar dan saat ini sedang dibangun ulang.
Dari 11 co-founder yang mendirikan xAI bersama Musk tiga tahun yang lalu, hanya dua yang masih bertahan. Belum lama ini, xAI ditinggal co-founder Zihang Dai dan Guodong Zhang.
"xAI tidak dibangun dengan benar sejak awal, jadi sedang dibangun ulang dari fondasinya," tulis Musk dalam postingannya di X, seperti dikutip dari TechCrunch, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dai dan Zhang meninggalkan xAI setelah Musk mengeluh sistem coding AI yang mereka kembangkan masih kalah saing dibandingkan Claude Code dan Codex, yang masing-masing merupakan produk dari Anthropic dan OpenAI. Musk mengatakan xAI sudah menggelar rapat besar-besaran agar fokus mengejar ketertinggalannya.
Selain Dai dan Zhang, bulan lalu xAI juga ditinggal peneliti senior Jimmy Ba. Sebelumnya, co-founder Tony Wu dan Toby Pohlen juga meninggalkan startup AI ini.
Perombakan personel xAI tidak cukup sampai di situ. Financial Times melaporkan eksekutif dari SpaceX dan Tesla diturunkan untuk mengevaluasi karyawan dan memecat mereka yang tidak memenuhi standar.
Kini dua co-founder xAI yang tersisa adalah Manuel Kroiss dan Ross Nordeen, bersama Musk. Untuk menggantikan engineer dan peneliti yang hijrah, Musk dan kolega lainnya, Baris Akis, sedang meninjau daftar kandidat menjanjikan yang sebelumnya ditolak oleh xAI.
"Banyak orang berbakat yang selama beberapa tahun terakhir ditolak lamarannya atau bahkan wawancara di xAI. Saya mohon maaf," tulis Musk di X.
Dari segi rekrutmen, setidaknya ada satu kabar menggembirakan. Andrew Milich dan Jason Ginsberg belum lama ini bergabung dengan xAI. Keduanya datang dari startup penyedia layanan coding AI Cursor, di mana keduanya bertanggung jawab untuk produt engineering.
(vmp/vmp)

