Kelompok Hizbullah di Lebanon pada hari Rabu waktu setempat meluncurkan 100 roket ke Israel. Serangan itu dilaporkan membuat sistem pertahanan canggih Iron Dome Israel yang dibanggakan menjadi sangat kewalahan sehingga hanya separuhnya yang berhasil ditembak jatuh.
Dikutip detikINET dari New York Post, informasi itu diungkap seorang sumber dari Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF). Sebagai tanggapan atas serangan yang menjebol Iron Dome itu, IDF sedang mempersiapkan invasi darat ke Lebanon.
Serangan dari kelompok militan proksi Iran dan serangan balasan dari Israel ini menandai front baru dalam misi militer gabungan AS-Israel yang sedang berlangsung, yang dijuluki oleh Amerika Serikat sebagai Operasi Epic Fury.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan yang datang dari Lebanon ini dilaporkan telah menguji sistem pertahanan rudal Israel, dengan adanya roket-roket yang gagal dihalau Iron Dome. Masih belum jelas kerusakan apa yang telah ditimbulkan di Israel atau bagaimana skala operasi darat Israel sebagai tanggapannya.
"IDF tidak akan mentolerir segala bentuk bahaya terhadap warga sipil Israel dan akan merespons dengan tegas terhadap setiap ancaman yang ditujukan kepada Negara Israel," kata juru bicara IDF.
Menurut IDF, Angkatan Udara Israel tengah menyerang peluncur-peluncur proyektil serta situs infrastruktur milik Hizbullah di seluruh Lebanon. Warga Israel sendiri bersiap menghadapi eskalasi serangan dari Lebanon dan kemungkinan juga dari kelompok Houthi di Yaman. Masyarakat diminta mematuhi peringatan yang terus diperbarui serta panduan untuk berlindung.
Iron Dome Israel
Meski canggih, Iron Dome tidak sepenuhnya bisa diandalkan. Tahun silam dalam perang dengan iran yang berlangsung sekitar 12 hari, sebagian rudal Iran juga berhasil menembus Iron Dome dan menimbulkan korban tewas serta luka di Israel.
Iron Dome adalah sistem pertahanan udara dengan cara kerja mencegat atau menangkis rudal yang akan menyerang di langit Israel. Ketika pihak musuh meluncurkan rudal/roket ke Israel, ada radar yang mendeteksi proyektil yang akan datang tersebut. Kedua, setelah radar mendeteksi rudal lawan, ada unit yang disebut Battle Management and Control. Unit ini dengan cepat menganalisa lintasan roket dan memperkirakan lokasi tumbukan.
Ketiga, rudal Tamir akan ditembakan dari sistem peluncur rudal Israel. Rudal Tamir ini yang akan mencegat rudal-rudal kiriman musuh. Catatan penting, Iron Dome ini didesain untuk melawan artileri musuh sampai 70km jauhnya.
Tingkat keberhasilannya mencapai 90% dan diklaim sebagai keajaiban teknologi dan menyelamatkan banyak nyawa di Israel. Namun, 90 persen artinya bukan nilai sempurna. Rupanya Iron Dome hanya efektif untuk melawan roket yang lambat, terbang rendah atau jarak pendek, misalnya dari Palestina.
Iron Dome akan menemui lawan tangguh berupa rudal jarak menengah, jarak jauh, dan rudal hipersonik. Untuk melawan rudal jarak menengah dan jarak jauh, Iron Dome dibantu dengan David's Sling, Arrow 2 dan Arrow 3. Israel juga memakai rudal Patriot dari Amerika dengan jarak jelajah 160 km.
(fyk/fyk)