Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft Simpan Data di Kaca, Bisa Tahan 10 Ribu Tahun

Microsoft Simpan Data di Kaca, Bisa Tahan 10 Ribu Tahun


Anggoro Suryo - detikInet

Microsoft Project Silica
Project Silica. Foto: Dok. Microsoft
Jakarta -

Microsoft terus mengembangkan teknologi penyimpanan data permanen berbasis kaca melalui Project Silica. Teknologi ini diklaim mampu menyimpan data hingga 10.000 tahun.

Dalam pembaruan terbarunya, Microsoft menyebut telah mencapai kemajuan signifikan dari sisi biaya, performa, dan kompleksitas penyimpanan. Data kini direkam menggunakan laser femtosecond pada kaca borosilikat, material yang lebih murah dan lebih mudah diperoleh dibanding fused silica yang sebelumnya digunakan.

Borosilikat sendiri merupakan material umum yang banyak dipakai pada peralatan masak dan pintu oven tahan panas. Dengan material baru ini, Microsoft menyatakan hambatan utama menuju komersialisasi mulai teratasi karena biaya dan ketersediaan media penyimpanan menjadi lebih efisien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Teknik terbaru memungkinkan data disimpan dalam ratusan lapisan di dalam kaca, dengan tiap lapisan sedalam sekitar 2 milimeter. Sistem juga kini hanya membutuhkan satu kamera untuk proses pembacaan, dibanding tiga atau empat kamera pada versi sebelumnya. Hal ini menekan biaya perakitan dan menyederhanakan sistem input/output.

Microsoft juga menyempurnakan metode penulisan berbasis voxel. Struktur data dapat direkam dengan lebih sedikit pulsa laser, sementara model machine learning digunakan untuk memisahkan data asli dari interferensi. Kombinasi model matematis dan teknik heat-assisted recording disebut meningkatkan kepadatan data secara signifikan.

Dalam pengujian penuaan terbaru menggunakan metode optik non-destruktif, Microsoft menyatakan media kaca ini dapat mempertahankan data hingga 10.000 tahun, bahkan berpotensi lebih lama, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (20/2/2026).

Selama beberapa tahun terakhir, Project Silica telah digunakan untuk mendemonstrasikan pengarsipan gambar, audio, musik, hingga bahasa lisan sebagai bentuk pelestarian budaya manusia dalam jangka sangat panjang.

Meski fase riset disebut telah selesai, belum ada kepastian kapan teknologi ini akan masuk tahap komersial. Microsoft menyebut kini mendorong pihak lain untuk mengeksplorasi penerapan praktisnya.




(asj/asj)






Hide Ads