×
Ad

RunSight, Inovasi AI Anak UI Mendunia Bantu Tunanetra

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 18 Feb 2026 20:10 WIB
Halaman ke 1 dari 2
RunSight, Inovasi AI Anak UI Mendunia Bantu Tunanetra Foto: Samsung
Jakarta -

Inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) kembali lahir dari kampus Indonesia. Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI) mengembangkan RunSight, wearable berbasis AI yang dirancang sebagai "virtual guide runner" untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman di lintasan.

Tim yang digawangi oleh Anthony Edbert Feriyanto (AI dan computer vision), Kaindra Rizq Sachio (software development), Muhammad Fazil Tirtana (IoT/embedded system), serta Ariq Maulana Malik Ibrahim (product & user research) ini terbentuk dari kegelisahan yang sama akan minimnya solusi teknologi untuk olahraga inklusif.

"Kami bertemu di UI lewat proyek lintas keahlian. Ketertarikan kami di social impact dan teknologi membuat kami ingin menciptakan solusi yang benar-benar bisa diuji langsung ke pengguna," ujar Anthony Edbert Feriyanto kepada detikINET.

Berangkat dari Masalah Nyata

Ide awal RunSight muncul setelah tim melakukan riset dan wawancara mendalam dengan penyandang disabilitas visual. Mereka menemukan bahwa banyak dari mereka yang ingin tetap aktif dan berolahraga lari, namun terhambat oleh masalah keselamatan dan kemandirian.

Kacamata RunSight buatan Tim LABMINO UI Foto: Samsung

"Tantangan utamanya adalah mereka sulit menjaga posisi di lintasan dan menghindari tabrakan tanpa guide runner. Cerita dari teman kami, Dimas, yang mengalami langsung kesulitan ini menguatkan kami untuk fokus," jelas Anthony.

Berbeda dengan alat bantu navigasi pada umumnya yang fokus pada berjalan kaki atau penjelajahan kota, RunSight dikhususkan untuk kebutuhan lari yang memiliki ritme cepat. "Lari punya kebutuhan berbeda. Kecepatannya tinggi, risiko tabrakan lebih besar, dan arahan harus cepat dipahami. Kami menyebutnya lane awareness," tambahnya.

Cara Kerja RunSight

Secara sederhana, RunSight bekerja sebagai pemandu virtual. Smart glasses yang digunakan dilengkapi kamera RGB untuk menangkap video lintasan. Video tersebut diproses secara real time oleh AI di perangkat (edge device), tanpa bergantung pada koneksi internet.

Sistem kemudian memberikan instruksi suara offline agar pengguna tetap berada di tengah lintasan dan menghindari hambatan di depan. Aplikasi mobile berfungsi untuk pairing perangkat, memulai sesi lari, melihat riwayat, serta melakukan personalisasi pengaturan.

Anthony menegaskan, RunSight dirancang dengan prinsip inklusif dan berkelanjutan. Tim memilih komponen yang lebih umum dan terjangkau, menghindari sensor mahal, serta mengoptimalkan pipeline AI agar ringan dan hemat energi.

Tim LABMINO UI Foto: Samsung

"Kami memilih komponen yang umum dan lebih murah, serta menghindari sensor mahal. Proses AI kami desain ringan agar tidak bergantung internet dan hemat energi, sehingga nyaman dipakai dalam waktu lama," terangnya.

Dari sisi desain, audio cue dibuat jelas dan antarmuka aplikasi disederhanakan agar tidak membebani pengguna.

Tantangan teknis terbesar adalah menjaga akurasi model AI dalam berbagai kondisi nyata, mulai dari perubahan cahaya hingga kepadatan orang di lintasan, sekaligus memastikan sistem tetap berjalan real time.

Untuk meminimalkan risiko false detection yang berbahaya, tim menerapkan pendekatan "safety-first". Mereka menggunakan threshold tertentu, smoothing antar frame, serta aturan konservatif agar sistem tidak memberi arahan mendadak yang membahayakan. Uji coba dilakukan bertahap, dari kecepatan rendah hingga lebih cepat di berbagai kondisi lintasan .

Anthony menyebut, respons awal dari komunitas tunanetra sangat fokus pada kejelasan dan kepercayaan terhadap arahan suara saat bergerak cepat. Banyak pengguna merasa lebih tenang karena mengetahui kapan mulai keluar lintasan dan kapan ada hambatan di depan.



Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork