×
Ad

Wikipedia Mulai Tarik Bayaran ke Perusahaan AI: Dari Amazon Sampai Microsoft

Anggoro Suryo - detikInet
Selasa, 20 Jan 2026 21:01 WIB
Foto: DW (News)
Jakarta -

Wikimedia Foundation, organisasi nirlaba pengelola Wikipedia, mengonfirmasi telah menjalin kerja sama berbayar dengan sejumlah perusahaan kecerdasan buatan (AI) besar, termasuk Amazon, Meta, Microsoft, Mistral AI, dan Perplexity. Kesepakatan ini memberi akses resmi ke data terstruktur Wikipedia untuk kebutuhan pengembangan model AI skala besar.

Langkah tersebut menandai perubahan penting dalam model bisnis Wikipedia. Selama ini, ensiklopedia daring terbesar di dunia itu mengandalkan donasi publik sebagai sumber pendanaan utama, meski kontennya telah lama menjadi rujukan utama dan sasaran pengambilan data otomatis oleh perusahaan teknologi.

Dalam pernyataannya, Wikimedia Foundation menyebut kontrak ini memungkinkan perusahaan AI mengakses data Wikipedia dengan kecepatan dan skala yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Nilai finansial kerja sama tidak diungkap ke publik. Namun, arah kebijakan ini mencerminkan upaya Wikipedia menyeimbangkan prinsip keterbukaan dengan kebutuhan pendanaan di era ledakan AI generatif.

Tekanan terhadap infrastruktur Wikipedia disebut meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas web scraping otomatis untuk melatih model AI melonjak signifikan dan kerap tersamar sebagai trafik pengguna biasa. Di sisi lain, jumlah pembaca manusia Wikipedia justru dilaporkan turun sekitar 8 persen dalam setahun terakhir.

Wikimedia saat ini mengelola lebih dari 65 juta artikel dalam hampir 300 bahasa, yang disunting oleh sekitar 250.000 kontributor sukarela. CEO Wikimedia Foundation, Maryana Iskander, mengatakan biaya operasional untuk menjaga infrastruktur tersebut tidaklah kecil.

"Infrastruktur kami tidak gratis. Dibutuhkan biaya besar untuk memelihara server dan sistem yang memungkinkan individu maupun perusahaan teknologi mengakses data Wikipedia," ujar Iskander kepada Associated Press.



Simak Video "Video: Microsoft-Apple Minta Pengguna Tak Pakai Google Chrome, Kenapa?"


(asj/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork