Malaysia yang merupakan negara tetangga Indonesia turut mengancam platform media sosial X setelah chatbot kecerdasan buatannya, Grok, memicu kontroversi besar dengan menghasilkan gambar seksual yang ofensif, termasuk gambar minor dan perempuan yang dimanipulasi tanpa persetujuan.
Negeri Jiran itu bergabung dengan India dan Prancis yang sudah lebih dulu akan mengambil tindakan hukum terhadap X jika masalah fitur AI dari Grok tersebut tidak ditangani secara serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Independent, Selasa (6/1/2026) isu ini bermula setelah Grok yang terintegrasi di X dan dikembangkan oleh perusahaan milik Elon Musk, dilaporkan menghasilkan gambar digital yang sesuai perintah pengguna, termasuk memodifikasi foto orang nyata menjadi hampir telanjang atau seksual.
Permintaan perubahan foto itu semakin meningkat setelah fitur "edit image" diluncurkan akhir Desember lalu.
Pihak berwenang di Malaysia mengatakan telah membuka penyelidikan menyusul keluhan publik tentang penggunaan Grok untuk memanipulasi foto perempuan dan anak di bawah umur menjadi konten yang tidak senonoh atau merugikan.
Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia mengingatkan bahwa membuat atau menyebarkan materi semacam itu bisa melanggar hukum lokal dan akan menyelidiki pengguna X yang diduga terlibat, serta memanggil perwakilan dari perusahaan.
Sementara itu di India, pemerintah telah menulis surat kepada X untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap chatbot AI tersebut dan memastikan bahwa Grok tidak menghasilkan konten yang mengandung "ketelanjangan, seksualisasi, konten eksplisit atau konten yang melanggar hukum". Pemerintah India juga memberikan batas waktu kepada X untuk melaporkan tindakan korektif yang diambil.
Di Prancis, pemerintah menyatakan bahwa gambar-gambar yang dihasilkan Grok berpotensi melanggar hukum dan aturan Uni Eropa. Mereka menuduh chatbot tersebut menghasilkan konten yang "jelas ilegal" tanpa persetujuan orang yang tampil di dalamnya, dan memperluas penyelidikan terhadap X untuk mencakup tuduhan penyebaran konten yang merugikan, termasuk yang melibatkan pelecehan anak.
Dalam tanggapannya di platform X beberapa waktu lalu, Elon Musk mengatakan perusahaan sedang mengambil langkah terhadap konten ilegal termasuk yang melibatkan anak-anak, termasuk menghapus konten yang melanggar dan menangguhkan akun secara permanen.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menghadapi konsekuensi setara dengan mereka yang mengunggah konten serupa secara langsung.
Namun cuitan-cuitan awalnya dari Musk, termasuk emoji tertawa dalam menanggapi kontroversi, sempat menarik kritik pengguna dan pengamat yang menilai respons awal platform kurang serius.
(agt/afr)