Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ada Siluman yang Terbang Misterius, Sebelum Presiden Venezuela Ditangkap

Ada Siluman yang Terbang Misterius, Sebelum Presiden Venezuela Ditangkap


Agus Tri Haryanto - detikInet

A still image from video posted by the White Houses Rapid Response 47 account on X.com, which originated from the @PaulDMauro account, shows Venezuelas President Nicolas Maduro being walked in custody down a hallway at the offices of the U.S. Drug Enforcement Administration (DEA) in New York City, U.S., January 3, 2026. @RapidResponse47/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT.NO RESALES. NO ARCHIVES.
Foto: @RapidResponse47/HO via REUTERS
Jakarta -

Sebuah drone siluman canggih milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), RQ-170 Sentinel, dilaporkan terpantau sebelum berita gempar penangkapan Presiden Venezuela NicolΓ‘s Maduro.

RQ-170 Sentinel disebut terlihat kembali ke pangkalan di Puerto Rico setelah serangkaian operasi militer yang terkait dengan Venezuela, termasuk operasi khusus untuk penangkapan Maduro oleh militer AS.

Hal itu terlihat dari tayangan video dan foto yang beredar di media sosial pada 3 Januari 2026 yang menunjukkan sebuah pesawat tanpa awak dengan desain flying-wing, ciri khas RQ-170, yang mendarat di fasilitas militer AS di Puerto Rico.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Identifikasi ini dilakukan oleh analis pengamat terbuka berdasarkan bentuk dan konfigurasi pesawat yang terlihat seperti dikutip dari Army Recognition, Selasa (6/1/2026).

ADVERTISEMENT

Sejauh ini AS memang belum secara mengonfirmasi keterlibatan drone siluman tersebut dalam misi penangkapan Maduro. Namun waktunya yang berdekatan dengan serangan presisi dan operasi pasukan khusus di Venezuela membuat sejumlah pengamat menduga pesawat nirawak ini berperan dalam penyusunan intelijen sebelumnya.

Drone RQ-170 dikenal sebagai salah satu platform tanpa awak paling rahasia di inventaris Angkatan Udara AS. Dirancang terutama untuk operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di wilayah yang dipertahankan lawan, pesawat ini memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data situasional tanpa mudah terdeteksi radar.

Model ini menggunakan rancangan sayap tanpa ekor dan bahan penyerap radar untuk menekan tanda tangan listriknya, sehingga menyulitkan deteksi oleh sistem pertahanan lawan.

Selain itu, RQ-170 dilengkapi sensor pasif yang memungkinkan pengintaian tanpa memancarkan sinyal yang bisa membeberkan posisinya, sebuah kemampuan penting dalam operasi militer sensitif.

Munculnya RQ-170 di pangkalan Puerto Rico setelah rangkaian aktivitas militer ini menjadi indikasi bahwa AS kemungkinan menggunakan kemampuan siluman canggih untuk mendukung operasi lintas negara, terutama di kawasan dengan kemungkinan ancaman pertahanan udara.

Meskipun detail keterlibatannya dalam operasi militer Venezuela belum dikonfirmasi secara terbuka oleh pejabat AS, kemunculan kembali drone yang biasanya jarang terlihat publik itu menarik perhatian para pengamat militer dan teknologi.




(agt/fay)




Hide Ads