×
Ad

Ide Gila Google Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 16 Des 2025 12:10 WIB
Foto: (AFP/Getty Images)
Jakarta -

Penempatan data center di luar angkasa mulanya terdengar seperti fiksi ilmiah, namun kini mulai menjadi nyata. Ide gila itu sedang diwujudkan oleh Google lewat program ambisius bernama Project Suncatcher.

Raksasa internet tersebut berencana mengirimkan pusat data kecerdasan buatan (AI) ke orbit sekitar awal 2027. Program itu seiring dengan target perusahaan bahwa AI bisa 'berpindah ke luar angkasa' dalam waktu dekat.

Project Suncatcher dirancang sebagai sistem satelit bertenaga surya yang membawa Tensor Processing Unit (TPU), yakni chip AI yang dikembangkan Google untuk Gemini 3. Chip itu bakal diuji di orbit rendah Bumi.

Sebagaimana dikutip detikINET dari Space, Selasa (16/12/2025), Google ingin mengeksplorasi apakah chip tersebut dapat beradaptasi terhadap radiasi dan suhu ekstrem, serta beroperasi dengan optimal di orbit.

Dua satelit prototipe direncanakan diluncurkan ke sekitar 400 mil atau sekitar 640 km di atas permukaan Bumi pada awal 2027. Ide utamanya adalah memanfaatkan energi matahari secara terus-menerus, mengatasi masalah power dan pendinginan yang sering membebani data center di Bumi.

Data center diketahui membutuhkan sistem pendingin yang optimal agar infrastruktur tersebut dapat beroperasi. Luar angkasa pun dinilai jadi salah satu solusi pengembangan data center yang kian membludak belakangan ini.

Sistem data center di orbit menjanjikan beberapa keuntungan dibanding fasilitas di Bumi, antara lain Energi surya hampir tanpa henti karena satelit berada di orbit yang selalu terpapar sinar matahari dan Tanpa persoalan cuaca atau kebutuhan lahan seperti di Bumi.

Google sendiri sudah melakukan beberapa uji awal terhadap chip-chipnya agar tahan terhadap radiasi kosmik dan kondisi ekstrem ruang angkasa. Namun, tantangan teknis masih besar, mulai dari manajemen panas tanpa udara, hingga komunikasi laser berkecepatan tinggi antar satelit dan ke Bumi. Semua ini masih perlu dibuktikan dalam uji coba nyata.

Meski uji coba 2027 dianggap cukup realistis sebagai eksperimen teknis, akan tetapi proyek ini bukan jaminan bahwa pusat data AI berskala besar akan segera hadir di orbit.



Simak Video "Video: Microsoft-Apple Minta Pengguna Tak Pakai Google Chrome, Kenapa?"

(agt/agt)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork