Cho 'Sang Pembantai' Penggemar 'Sonic the Hedgehog'
- detikInet
Jakarta -
Pembantaian massal menggunakan senjata api yang terjadi di Universitas Virginia Tech April lalu tidak ada hubungannya dengan pengaruh video game. Demikian pernyataan laporan resmi dari kasus ini dari Governor Tim Kaine's Virginia Tech Review Panel seperti dikutip detikINET dari GamesIndustry, Selasa (4/8/2007).Laporan ini, yang isinya termasuk sejarah kesehatan mental dari sang pembantai, Seung Hui Cho menyatakan bahwa memang selama masa kecilnya, Cho gemar bermain game seperti 'Sonic the Hedgehog'. Namun, tidak ada video game kesukaannya yang bertema perang ataupun kekerasan."None of the video games were war games or had violent themes. He liked basketball and had a collection of figurines and remote controlled cars", demikian salah satu bagian laporan itu.Hal ini sekaligus merupakan sanggahan dari sejumlah pendapat sebelumnya yang menyatakan bahwa Cho dipengaruhi oleh game bernuansa kekerasan sehingga berakibat dia nekat melakukan aksi pembantaian. Beberapa judul game yang sempat 'didakwa bersalah' seperti Grand Theft Auto atau Doom.Teman sekamar Cho pun menguatkan hasil laporan. Menurutnya, Cho tidak pernah terlihat sedang bermain game. Pada tragedi April lalu itu, sebanyak 30 mahasiswa termasuk satu asal Indonesia dan dua guru dibantai oleh Cho menggunakan senjata api sebelum akhirnya ia melakukan aksi bunuh diri.
(fyk/dbu)