Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
China Atur Ketat AI Mirip Manusia, Larang Digital Human Bikin Anak Kecanduan

China Atur Ketat AI Mirip Manusia, Larang Digital Human Bikin Anak Kecanduan


Rachmatunnisa - detikInet

Internet China
Foto: PCMag
Jakarta -

Pemerintah China mulai mengambil langkah tegas terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya digital human atau manusia virtual yang kini semakin populer. Dalam aturan terbaru, layanan yang berpotensi membuat anak kecanduan resmi dilarang.

Mengutip laporan Reuters, Cyberspace Administration of China merilis aturan draft untuk mengawasi perkembangan digital human, yakni karakter AI yang bisa berinteraksi layaknya manusia. Aturan ini menegaskan bahwa semua konten yang melibatkan manusia virtual harus diberi label jelas agar tidak menyesatkan pengguna.

"Harus ada label 'digital human' yang jelas pada semua konten," tulis Cyberspace Administration of China dalam aturan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah ini diambil untuk mencegah pengguna, terutama anak-anak, mengira bahwa mereka berinteraksi dengan manusia nyata. Tak hanya itu, pemerintah juga melarang penggunaan digital human untuk layanan yang bisa memicu ketergantungan, khususnya pada anak di bawah 18 tahun.

Salah satu yang disorot adalah interaksi emosional atau hubungan virtual yang menyerupai hubungan intim. Regulasi ini menunjukkan kekhawatiran pemerintah terhadap dampak psikologis AI yang semakin realistis.

ADVERTISEMENT

Selain melindungi anak, aturan ini juga menyasar isu privasi dan keamanan data. Pengembang dilarang menggunakan data pribadi seseorang untuk membuat karakter digital tanpa izin, serta tidak boleh memanfaatkan teknologi ini untuk menghindari sistem verifikasi identitas.

Di sisi lain, konten yang dihasilkan digital human juga dibatasi ketat. AI tidak boleh menyebarkan informasi yang dianggap berbahaya, termasuk yang mengancam keamanan nasional atau memicu diskriminasi.

Menariknya, pemerintah juga meminta penyedia layanan untuk lebih aktif memantau kondisi pengguna. Jika ditemukan tanda-tanda kecanduan atau gangguan psikologis, platform diminta segera melakukan intervensi.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan China sebelumnya yang memang agresif dalam membatasi kecanduan digital, terutama pada anak-anak. Regulator China menegaskan bahwa pengaturan digital human kini bukan lagi sekadar isu industri teknologi.

"Pengelolaan manusia virtual kini menjadi isu strategis yang menyangkut keamanan ruang siber dan kepentingan publik," tulis Cyberspace Administration of China.

Aturan ini masih dalam tahap draft dan dibuka untuk masukan publik, namun menjadi sinyal kuat bahwa China ingin mengendalikan perkembangan AI yang semakin menyerupai manusia.



(rns/rns)




Hide Ads