Seminar e-Bisnis Dahsyat
Gerr-gerran Soal Kiat e-Bisnis
- detikInet
Jakarta -
Kalau ingin situs di Internet mendapatkan banyak kunjungan, maka ibaratnya tidak boleh ada beda antara monyet, penonton dan dalangnya dalam kesenian rakyat topeng monyet. Perumpamaan yang dilempar Pimpinan Redaksi Detikcom Budiono Darsono tersebut pun kontan disambut gelak tawa para peserta seminar 'e-Bisnis Dahsyat pada Senin (22/8/2007), ruang seminar ASEAN Foundation, Menteng - Jakarta.Sebelumnya, seminar yang mengusung tema 'Kiat Mengelola Potensi Bisnis di Internet' dibuka secara resmi oleh Direktur Eksekutif ASEAN Foundation (AF) Apichai Sunchindah tepat pada pukul 09.00 WIB. Dalam sambutannya yang disampaikan oleh Koordinator Program AF Monica A. Kappiantari, Apichai menyampaikan bahwa rangkaian seminar dan workshop 'e-Bisnis Dahsyat' tersebut diselenggarakan oleh AF dalam kerangka "Hewlett-Packard Micro Enterprise Development Program" berkolaborasi dengan detikINET.Materi pun dilanjutkan dengan penyampaian oleh Bambang Widjanarko pengelola situs jendelaukm.com yang akan online pada September 2007. Jendelaukm.com adalah sebuah portal agregator produk-produk milis usaha kecil dan menegah (ukm) yang difasilitasi oleh AF, yang nantinya diharapkan bisa menjadi etalase maya bagi para UKM untuk memasarkan produk atau jasanya ke pasar yang lebih luas.Istri dan MonyetUsai pembukaan dari AF, silih berganti para pemateri menyampaikan sejumlah informasi yang padat manfaat. Sejumlah materi pun disampaikan dengan cara yang menghibur, membuat suasana seminar menjadi penuh tawa.Budiono misalnya, tak putusnya membuat peserta seminar yang berjumlah 80-an orang tersebut. "Kita lebih rela ketinggalan istri daripada ponsel. Kalau istri tertinggal, tinggal diminta naik taksi saja," ujar Budiono yang disambut gerrrr para peserta. Budiono pun menyampaikan bahwa kunci dari keberhasilan suatu situs di Internet adalah interaktifitas antara pengelola dan pembacanya. Itulah yang kemudian diibaratkan olehnya sebagai pagelaran rakyat topeng monyet. Menurutnya, dalam pagelaran tersebut, tidak ada batas antara monyet sebagai pelaku, lalu dalang dan penontonnya. "Semua larut dan semua memiliki peranan dalam aksi topeng monyet tersebut," ujar Budiono.Sejumlah kiat sukses pengembangan bisnis online ala Detikcom dipaparkannya, berikut dengan profil pengguna Internet di Indonesia. "Dengan mengetahui dan memanfaatkan profil pengguna Internet (di Indonesia), maka kita akan bisa menyusun model bisnis yang sesuai untuk pasar di Indonesia yang masih terbuka luas," tegasnya.Teknis dan PraktisSelanjutnya, Aun Abdul Wadud dari Business Sollutions XL memaparkan sejumlah solusi teknologi telekomunikasi yang bisa diterapkan oleh pebisnis UKM. Beberapa solusi XL tersebut diantaranya Internet tetap dan bergerak berbasiskan GPRS dan 3G, web dan mail hosting, MPLS untuk koneski data dan suara antar cabang maupun penghubung B2B, serta efisiensi komunikasi suara melalui solusi seluler GSM XLUsai makan siang, materi dilanjutkan oleh Ketua Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma, Adang Suhendra. Adang memaparkan sejumlah aplikasi utama e-commerce dan fungsionalitasnya. Kiat mengembangkan aplikasi e-commerce turut dipaparkan olehnya. Beberapa diantaranya adalah dengan cara in-house development (insourcing), membeli ataupun sewa melalui application service provider yang semuanya dikaitkan dengan kriteria pemilihan pendekatan pengembangan.Setelah Adang berbicara pada tataran teknis, materi dilanjutkan pada tataran praktis yang disampaikan oleh pakar dan penulis buku e-Marketing Bob Julius Onggo. Bob banyak memaparkan sejumlah contoh bagaimana melakukan bisnis di Internet. Dengan menggabungkan dan mengoptimlakkan kekuatan blog dan situs, menurut Bob, maka informasi produk atau jasa yang ditawarkan akan 'dicintai' oleh situs pencari. Kiat-kiat bagaimana menjadikan blog dan situs agar tertayang dalam daftar lima besar di situs pencari, turut dipaparkan oleh Bob, berikut dengan sejumlah contoh kasus yang merupakan pengalamannya sendiri. "Kita jangan menjadi ikan kecil di kolam yang besar dan sudah banyak pesaingnya. Lebih baik kita menjadi ikan besar di kolam yang kecil, tetapi belum banyak ikan-ikan lain didalamnya," tandasnya.Jodoh dan PenjaraGerrr-gerrran pun berlanjut hingga sore hari. Direktur Riset Swiss German University Richardus Eko Indrajit dengan kocak menunjukkan sejumlah potensi yang bisa digali melalui Internet. Dari mencari dana hibah bagi bisnis, contoh proposal bahkan mencari jodoh sekalipun, menurut Eko, bisa dilayani oleh Internet. "Google adalah mbah dukunnya Internet," ujar Eko. Bahkan, pria yang menikahi artis penyanyi cantik Lisa A Riyanto tersebut telah mengakrabkan anaknya dengan Internet. "Sebelumnya saya hanya mengajar di kampus dan menulis buku, dapatnya hanya undangan seminar saja. Nah melalui Internet, akhirnya saya bisa mendapatkan jodoh saya," tambahnya dengan nada santai.Sebelum seminar ditutup pada pukul 16.30 WIB, Koordinator ICT Watch Rapin Mudiardjo memaparkan sejumlah hal yang terkait dengan isu hukum dalam bisnis online. Menurutnya, jangan sampai harus masuk penjara, gara-gara kita tidak memperhatikan sejumlah hal yang pada mulanya dianggap sepele.Contohnya, seperti dipaparkan oleh Rapin yang juga pengacara tersebut, adalah pemilihan nama domain dan hal-hal yang terkait dengan kekayaan intelektual. Bahkan melakukan linking dan framming tak bisa sembarangan. Sebab acapkali linking dan framming akan memiliki konsekuensi pada kepemilikan konten dan hak cipta yang terkandung didalamnya.Doorprize dan Putaran 2Sepanjang seminar, sejumlah doorprize pun dibagikan. Sejumlah kaus eksklusif dari XL, kemeja Detikcom hingga Video Tutorial VoIP Onno Purbo dibagikan kepada peserta yang bertanya ataupun yang beruntung berdasarkan pengundian nomor kepesertaan.Seminar 'e-Bisnis Dahsyat' kali ini adalah putaran 1 (pertama). Sedangkan putaran 2 (kedua) akan dilangsungkan pada Selasa (28/8/2007), menghadirkan pemateri dan konten yang sama. Sehingga bagi mereka yang ingin mengikuti seminar 'e-Bisnis Dahsyat' tetapi kehabisan tempat di putaran 1, masih ada kesempatan pada putaran kedua. Silakan langsung memesan seminar 'e-Bisnis Dahsyat' putaran 2 detik ini juga.3G dan Nama DomainAcara seminar 'e-Bisnis Dahsyat', baik yang tanggal 21 maupun 28 Agustus 2007 itu sendiri merupakan pembuka rangkaian dari acara workshop intensif selama 3 (tiga) hari berikutnya di ruang sidang ASEAN Foundation. Dalam workshop tersebut, yang berlangsung dari tanggal 22 s/d 24 Agustus 2007 untuk angkatan I (pertama) dan 29 s/d 31 Agutus 2007 untuk angkatan II (kedua).Dalam workshop tersebut, 20 UKM atau calon pebisnis online digodok dengan sejumlah materi fundamental untuk mulai terjun ke dunia maya. Dari topik mengenai pemanfaatan fitur help desk di Internet, instalasi dan optimalisasi blog hingga konfigurasi dan modifikasi shopping cart dipaparkan oleh sejumlah tutor secara bergantian dari Universitas Gunadarma dan ICT Watch, dibantu oleh tim dari detikINET.Sejumlah pendukung dan sponsor memiliki peran yang signfikan dalam rangkaian acara seminar serta workshop yang diselenggarakan oleh AF dan detikINET tersebut. Sebutlah semisal Hewlett-Packard (HP) Asia-Pacific yang menyediakan 20 buah notebook Compaq nx6315 untuk digunakan selama workshop. Kemudian dari PT Pratama Excelcomindo (XL) menyediakan koneksi Internet menggunakan layanan 3G-nya yang berkecepatan tinggi. Selama workshop, peserta menikmati kecepatan akses Internet yang cukup memadai, karena XL menyediakan empat (4) buah 3G card lengkap dengan access point Option - GlobeSurfer 3G HSDPA. Sejumlah situs di dalam maupun luar negeri dapat terbuka dengan mudah, meskipun koneksi dari setiap 3G card XL harus digunakan bersama lebih dari 5 (lima) notebook.Pun Center for ICT Studies Foundation (ICT Watch) memberikan dukungan berupa penyusunan garis besar pokok pengajaran (gbpp) atau kurikulum untuk menjadi panduan workshop. Penyusunan dan pengadaan modul pelatihan, berikut dengan koordinasi dan penyiapan sumber daya manusia untuk pengajar (tutor) juga menjadi tanggung-jawab ICT Watch.Adapun untuk ketersediaan nama domain, web hosting, aplikasi CPanel dan Fantastico, didukung sepenuhnya secara tanggung-renteng oleh Universitas Gunadarma dan Techscape Indonesia. Para UKM peserta workshop mendapatkan fasilitas nama domain gratis selama 1 (satu) tahun dan hosting 6 (enam) bulan, yang diharapkan memadai untuk memulai bisnis secara online.*) Keterangan foto:- 1. Monica A. Kappiantari menyampaikan kata sambutan- 2. Budiono Darsono bikin suasana awal yang serius menjadi ajang gerrr- 3. Peserta menyimak materi dari Aun Abdul Wadud- 4. Paparan hal teknis pun diterima peserta dari Adang Suhendar- 5. Bob Julius Onggo bersahaja menyampaikan kiat berpromosi via Internet- 6. Berkisah tentang hidupnya, Eko Indrajit menyegarkan suasana sore- 7. Soal hukum pun wajib dipahami, sesuai paparan Rapin Mudiardjo
(dbu/dbu)