Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Komunitas detikINET Gembleng Batalyon 'Gultor' Kopassus

Komunitas detikINET Gembleng Batalyon 'Gultor' Kopassus


- detikInet

Jakarta - Jika diminta memilih, lari 10 kilometer atau ngutak-ngatik komputer, apa jawaban Anda? Kemungkinan besar, dan tentu saja sebagian besar dari pembaca detikINET, akan lebih suka mengutak-atik komputer berjam-jam ketimbang harus lari bercucuran keringatTetapi tidak selamanya demikian. Sejumlah prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cijantung - Jakarta ternyata lebih memilih untuk lari berkeringat. Apa pasal?Ya, dalam pelatihan dasar komputer yang diadakan untuk para pasukan elit tersebut, sejumlah peserta tampak kebingungan ketika diminta untuk menggunakan perangkat notebook dihadapannya."Saya mendingan disuruh lari 10 kilometer daripada ngutak-ngatik komputer," ujar salah satu peserta, dengan nada bercanda, kepada detikINET, Jumat (27/7/2007). Namun demikian, tetap saja semangat belajar dia dan rekan sejawatnya tetap tak putus di tengah jalan. Bertempat di ruang Halilintar, di dalam markas utama Kopassus, sebanyak 43 orang anggota pasukan "berani mati" tersebut, dengan berseragam loreng lengkap, tanpa kenal lelah harus mengikuti "komando" dan "perintah" dari para instruktur komputer.Diawali dengan perkenalan hardware komputer, para prajurit tampak antusiasmemperhatikan semua penjelasan yang disampaikan oleh tim pengajar secarabergantian. Mulai dari cara menghidupkan komputer, men-shut down,seluk beluk komputer dan sistem operasi. Beberapa materi lain yang disampaikan semisal dasar-dasar aplikasi perkantoran.Tim pengajar sendiri berasal dari komunitas milis detikINET, ICT Watch, dan beberapa relawan dari guru komputer. Acara tersebut digagas oleh wartawan 'Kompas' Rene L Patiradjawane dan penggiat Internet Michael Sunggiardi. Sebanyak 45 unit notebook dan akses Internet dari para mitra turut mendukung acara tersebut.MenggambarSuasana pelatihan berjalan sangat sersan alias serius tapi santai. Untuk sesi awal, Michael menjelaskan secara detil komponen yang ada di laptop. Satu demi satu penjelasan dari tim pengajar dicatat secara rapi ke dalam buku oleh para peserta. Bahkan ada peserta yang sengaja menggambar letak posisi tombol keyboard di bukunya beserta dengan fungsinya.Terbiasa memegang peralatan keras seperti senjata rupanya ikut terbawadalam pelatihan. Beberapa peserta tampak menekan tombol keyboard dengan keras layaknya mengetik dengan mesin tik. Mayoritas peserta juga aktif bertanya dan sesekali minta agar materi diulang. Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 s/d 16.00 WIB tersebut telah berlangsung sejak Kamis (26/7/2007) dan akan berakhir Sabtu (28/7/2007). Beberapa relawan yang berasal dari detikINET dan ICT Watch semisal Nicky, Rahmadi, Sulaiman, Bambang, Acep Syarifuddin dan Dwi Susanti. Beberapa relawan lainnya yang akan turut bergabung esok hari antara lain Yacob, Zaenal, Febby dan Adyarsa. Bertidak selaku "komandan lapangan" adalah Dewi Widya Ningrum, dari anggota redaksi detikINET.PengalamanApa tujuan para anggota komunitas terlibat dalam kegiatan relawan tersebut? "Saya mencari pengalaman, sekaligus memang ingin berbagi pengetahuan kepada rekan-rekan yang membutuhkan. Apalagi ini menarik, bisa mengajar langsung di dalam markas Kopassus," ujar salah seorang relawan saat makan siang penuh keakraban dan canda bersama para "anak didik"-nya.Memang, tidak semua orang bisa leluasa keluar-masuk ke dalam markas yang dijaga ketat. Untuk bisa masuk ke dalamnya, mobil yang disediakan oleh detikINET untuk antar-jemput para relawan dari Cijantung ke Warung Buncit, harus telah terdata terlebih dahulu nomor plat dan penumpangnya. Tak kurang dari 2 kali pos pemeriksaan harus dilewati, sebelum mobil tersebut menurunkan para relawan ke tempat pelatihan.Selain mendapatkan berbagai pengalaman yang unik, para relawan juga tak pulang dengan tangan hampa. Buah tangan berupa kemeja eksklusif Detikcom dan paket Video Tutorial Onno Purbo bisa mereka bawa pulang usai pelatihan. Meskipun lelah, para relawan pengajar tetap bisa tersenyum puas. (dwn/dbu)





Hide Ads