Teknologi Kemudi Otomatis Tesla Tak Diminati, Elon Musk Pusing
Hide Ads

Teknologi Kemudi Otomatis Tesla Tak Diminati, Elon Musk Pusing

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 30 Agu 2025 19:05 WIB
Fitur otonom Tesla.
Foto: Techradar
Jakarta -

Teknologi kemudi otomatis di Tesla seharusnya membuat orang kagum atau tertarik, tapi belakangan tidak demikian kenyataannya. Promosi gencar Elon Musk terhadap teknologi self driving Tesla itu tidak banyak berpengaruh dalam menarik calon pembeli.

Menurut survei terbaru, makin banyak konsumen di Amerika Serikat mengatakan sistem FSD atau Full Self-Driving justru menjauhkan mereka dari Tesla. Electric Vehicle Intelligence Report bulan Agustus oleh Slingshot Strategies, mensurvei 8.000 warga AS. Hanya 14% responden menyebut FSD akan membuat mereka lebih mungkin membeli Tesla, sementara 35% mengatakan teknologi tersebut membuat mereka kurang mungkin membelinya.

Sisanya, 51%, mengatakan ketersediaan FSD takkan berpengaruh apa pun dalam hal keputusan pembelian mobil. Dikutip detikINET dari CNBC, hampir separuh konsumen yang disurvei berpendapat teknologi FSD seharusnya ilegal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Tesla, hasil yang meresahkan ini terjadi di tengah kemerosotan penjualan akibat model yang menua dan meningkatnya persaingan. Reputasi Tesla juga tercoreng akibat retorika politik Musk, kerja samanya dengan pemerintahan Trump, dan dukungannya terhadap partai sayap kanan AfD di Jerman.

Penjualan mobil Tesla di Eropa anjlok 40% bulan Juli dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan tujuh bulan berturut-turut. Di pasar robotaxi, Tesla juga tertinggal dari Waymo milik Alphabet dan Apollo Go milik Baidu. Tesla saat ini dalam tahap awal pengujian transportasi online di Austin dan San Francisco, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak kota tahun ini.

ADVERTISEMENT

Musk menilai masa depan Tesla bergantung pada kemampuannya menyediakan kendaraan otonom dan layanan terkait. Untuk saat ini, Tesla masih mengandalkan penjualan EV untuk sebagian besar pendapatannya.

Bulan lalu, para eksekutif menyatakan Tesla punya masalah edukasi pasar dalam hal mendorong adopsi FSD. "Sebagian besar orang tidak tahu itu ada. Dan masih setengah dari pemilik Tesla yang dapat menggunakannya, belum mencobanya sekali pun," cetus Musk.

Versi FSD Supervised yang dijual Tesla tersedia bagi pemilik seharga USD 99 per bulan atau dengan pembelian di muka. Sistem ini memberi pengguna kemampuan mengemudi otomatis terbatas di jalan perumahan dan perkotaan.

Musk mengklaim FSD dapat beroperasi dalam segala kondisi, akan menyelamatkan nyawa dan produk yang mengubah hidup. Ia juga membagikan video yang menunjukkan pemilik Tesla menggunakan FSD tanpa memegang kemudi.

Namun, dalam buku panduan pemilik, Tesla mencantumkan banyak kondisi di mana FSD Supervised mungkin tidak dapat diandalkan dan memperingatkan pengguna untuk selalu memegang kemudi, serta siap mengambil alih kendali.

Evan Roth Smith, kepala riset Slingshot, mengatakan kurangnya kejelasan dan kejujuran dalam pemasaran perusahaan bisa menjadi faktor keengganan. Sebagian besar konsumen yang disurvei menginginkan peraturan jelas dan tegas di AS yang mengatur kendaraan otonom, baik yang sepenuhnya otomatis maupun sebagian.

"Ada dukungan kuat untuk meminta pertanggungjawaban produsen atas kecelakaan dan mewajibkan regulasi dan peraturan periklanan yang lebih ketat terkait fitur-fitur seperti FSD," sebut laporan Slingshot.




(fyk/fyk)
Berita Terkait