Jawara 'Sepakbola' Indonesia Tembus 8 Besar Dunia
- detikInet
Jakarta -
Gamer Indonesia yang berlaga di Prancis, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menembus delapan besar dunia berkat keahliannya bermain 'sepakbola'.Keberhasilan tersebut diraih Villy Vega dalam ajang Grand Final kompetisi game internasional Electronic Sports World Cup (ESWC) 2007, yang digelar di Expo Park of Paris, Prancis, 5-8 Juli 2007.Villy yang bertempur di jenis game sepakbola Pro Evolution Soccer 6 (PES6), berhasil menembus delapan besar setelah melewati rintangan yang berat pada babak pertama dan kedua.Namun sayangnya, dalam perebutan tiket ke semifinal, langkah Villy pun kandas setelah dikalahkan juara bertahan asal Prancis, Spanks, dengan skor 1-2.Selain kategori PES6, Indonesia juga mengirimkan wakil untuk kategori game strategi perang Counter Strike, yakni XcN Sanpeurs. Sayangnya, tim yang beranggotakan Ferdinand, Andrew, Varian, Romillo, dan Lau Chee Teik, tak berhasil mendapatkan hasil segemilang Villy.XCN Sanspeurs yang diperkuat dua pemain asing, tidak sanggup untuk menahan gempuran tim-tim dunia seperti MIBR dan MYM. XCN Sanspeur sempat mengawali ESWC Grand Final ini dengan gemilang, setelah menggulingkan peserta dari tuan rumah, Good Game, dengan skor 18-12.Namun ketika melawan juara bertahan MIBR, XCN kalah telak 5-25. "Kekalahan atas MIBR membawa dampak negatif, sehingga semangat juang anak-anak XCN menurun," tulis keterangan yang diterima detikINET, Jumat (13/7/2007).Mereka, lanjut keterangan itu, berturut-turut kalah dari H2K dan Mym dengan skor sama 9-21. Dengan demikian, XCN pun akhirnya tersingkir karena hanya dua tim teratas yang berhak maju ke babak berikutnya. Keterangan foto: Villy (kanan) melawan juara bertahan asal Perancis, Spank. Sumber: Kontingen ESWC Indonesia
(rou/wsh)