Google Lawan 'Musuh' Presiden Bush?
- detikInet
California -
Michael Moore, pembuat film dokumenter pemenang Oscar, muncul bagai musuh bagi Presiden George W. Bush dan pendukungnya lewat film dokumenter seperti 'Fahrenheit 9/11'. Kini, Google pun seakan-akan ikut memusuhi Moore. Benarkah? Sinyal permusuhan itu muncul setelah Lauren Turner, dari tim Google Health Advertising, menulis opininya dalam blog resmi Google. Tulisan tersebut secara langsung mengkritik 'Sicko' film dokumenter Moore terbaru sekaligus mempromosikan layanan iklan di Google. 'Sicko' adalah film dokumenter yang menunjukkan aib industri kesehatan di Amerika Serikat. Film itu juga menunjukkan bagaimana industri kesehatan (termasuk asuransi kesehatan, obat-obatan, dan rumah sakit besar) memiliki hubungan dengan politisi AS. Lauren menyebut film itu gagal menunjukkan kepedulian industri kesehatan di AS pada kesehatan dan kesejahteraan pasiennya. Lebih lanjut Lauren menyebut pihak industri kesehatan bisa melawan dokumenter Moore dengan memasang iklan di Google. "Kami bisa memasang iklan teks, video, atau rich media lainnya di hasil pencarian atau pada situs yang relevan dalam jaringan konten kami yang semakin luas. Apapun masalhnya, Google bisa bertindak sebagai landasan untuk mengedukasi masyarakat dan mempromosikan pesan Anda," tulis Lauren dalam blog resmi google-health-ads.blogspot.com yang dikutip detikINET, Senin (2/7/2007). Reaksi dan KoreksiTulisan Lauren itu memicu reaksi keras dari beragam komunitas di internet. Terutama karena Lauren seakan-akan memanfaatkan isu tersebut untuk mempromosikan layanan Google. Apa yang dilakukan Lauren dianggap bertentangan dengan prinsip 'Do No Evil' yang dianut Google. Bahkan kebanyakan pihak menyebut Google telah berpihak dalam isu kesehatan dan memilih untuk melawan Michael Moore. Hal itu yang kemudian dibantah oleh Lauren. Sebagai koreksi, Lauren menyebut bahwa apa yang dituliskannya adalah murni pendapat pribadinya. "Iklan adalah cara yang demokratis dan efektif untuk terlibat dalam dialog publik. Itu adalah pendapat Google, dan tidak terkait apakah kami mendukung, menentang atau tidak memiliki posisi resmi dalam sebuah isu. Itu yang sebenarnya ingin saya sampaikan dalam tulisan sebelumnya, namun menjadi tidak jelas karena saya juga menyampaikan kritik pribadi pada film tersebut," tulis Lauren tak sampai 24 jam setelah tulisan pertamanya. Michael Arrington, pengamat situs web dari Tech Crunch, berpendapat Lauren tidak akan lagi menulis dalam blog resmi Google. "Lauren membuat koreksi dan mengatakan itu hanya pendapatnya sendiri, dan bukan Google. Itu bagus, tapi kerusakan telah terjadi dan wajah Google telah tercoreng," ujarnya. Arrington khawatir insiden ini akan membuat Google memasang kekang pada penulis blog resmi mereka. "Jika itu terjadi, kita akan semakin kehilangan informasi dari dalam tentang apa yang terjadi di sana. Saya harap ini tidak terjadi," tuturnya.
(wsh/wsh)