Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AS dan Cina Terlibat 'Perang' Cyber

AS dan Cina Terlibat 'Perang' Cyber


- detikInet

Washington - Prediksi bahwa Cina akan menyaingi Amerika Serikat (AS) sebagai negara adidaya tidak terbatas dalam bidang ekonomi saja. Cina bahkan ingin mematahkan dominasi Amerika Serikat sebagai kekuatan dominan dalam dunia cyber."Mereka menjadi satu-satunya negara yang secara terang-terangan berkata bahwa mereka memang berencana melakukannya," Air Force Commander, Letnan Jenderal Robert Elder mengatakan hal itu kepada para wartawan, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (14/6/2007).Elder mengepalai sebuah komando cyber tingkat tiga baru, yang menjadi markas 25.000 personel militer AS. Mereka terlibat dalam segala hal yang berkaitan dengan perang elektronik. Fokus komando ini adalah untuk mengontrol dunia cyber, khususnya dalam pengawasan sistem komunikasi dan keamanan infrastruktur."Kami sekarang punya kompetitor sepadan dalam bidang sistem serangan yang melibatkan jaringan komputer. Namun, saya percaya jika kami akan mampu meningkatkan kapabilitas," tambah Elder. "Kami akan berada di depan mereka," imbuhnya lagi.Dalam laporan tahunan tentang kekuatan militer Cina bulan lalu, Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mengungkapkan bahwa Cina memberi perhatian pada operasi jaringan komputer. Operasi ini termasuk serangan, pertahanan maupun eksploitasi untuk mencapai "dominasi era elektromagnetik" lebih cepat dari musuh jika mereka dilanda konflik.Pentagon juga menambahkan bahwa Tentara Kemerdekaan Rakyat Cina telah mendirikan unit perang informasi untuk mengembangkan virus. Tujuannya untuk menyerang sistem jaringan komputer lawan. Cina juga berinvestasi pada sistem serangan balik dan pertahanan atas serangan elektronik termasuk apa yang disebut sebagai umpan sinar infra merah, pemantul dan generator pengecoh.Kementerian Luar Negeri Cina sendiri telah menolak laporan AS itu. Mereka menyebutnya sebagai campur tangan brutal atas kepentingan dalam negeri Cina. Mereka bahkan menandaskan bahwa militer Cina benar-benar hanya bersikap defensif. Namun, Elder menegaskan bahwa besarnya operasi cyber Cina bisa dideskripsikan sebagai sebuah industri mata-mata yang bertujuan mencuri data-data penting untuk dimanfaatkan dalam mengembangkan teknologi mereka secara lebih cepat. Dia menambahkan bahwa seluruh musuh potensial Amerika juga memata-matai rahasia keamanan dan perdagangan AS kecuali Korea Utara yang disebutnya hanya mempunyai satu laptop saja. (dwn/dwn)





Hide Ads