(lni/ash)
Admin TI Intai Data Karyawan?
- detikInet
Jakarta -
Sebuah riset mengungkap hasil mengejutkan. Penelitian yang melibatkan lebih dari 200 profesional teknologi informasi (TI) tersebut mengungkap bahwa sepertiga responden mengaku menggunakan hak mereka untuk mengintai data personal dan email para karyawan.Penelitian yang digawangi oleh Cyber Ark Software ini bahkan menemukan seorang administrator TI yang berkata dengan nada bercanda: "Mengapa ini membuat anda heran kalau begitu banyak diantara kami yang mengintai berkas-berkas anda? Tidakkah jika anda memiliki akses rahasia kepada semua hal anda bisa mendapatkannya di tangan anda?"Selain itu, penelitian juga mengungkap bahwa lebih dari sepertiga administrator TI mengaku mereka masih bisa mengakses jaringan perusahaan sekalipun mereka telah pergi dari perusahaan tersebut. Dan yang lebih mengejutkan, tak satupun bisa menghentikan mereka.Sementara itu, terkait cara penyimpanan password, para administrator TI ternyata tak terlalu tergantung pada alat digital. Buktinya, lebih dari separuh responden mengaku menyimpan catatan daftar password pada kertas Post-It.Seperti dilansir PCWorld yang dikutip detikINET, Kamis (31/5/2007), salah satu administrator TI berpendapat, hal itu adalah cara mudah bagi pekerja untuk memperbaharui password laptop mereka. "Namun bagaimana dengan mengubah password administrator pada mesin yang sama? Hal itu akan membutuhkan waktu berhari-hari bagi kami untuk melakukannya dengan tangan. Pada akhirnya, kami hanya menerapkan satu password untuk semua sistem dan menuliskannya."Password memang menjadi kunci sakti yang harus dijaga kerahasiaannya, salah satunya dengan cara memperbaharui secara berkala. Namun, 7 persen responden justru mengaku tak pernah mengganti password administrasi mereka. Angka ini bisa menjadi indikasi mengapa administrator yang keluar dari pekerjaannya tetap bisa mengakses jaringan perusahaan.Sementara menyoal cara penyimpanan password, 57 persen responden mengaku menyimpan password administrasi mereka dengan cara manual, 18 persen responden menyimpan password pada kertas kerja dalam aplikasi perkantoran. Sedangkan 82 persen responden memilih cara yang dianggap paling ampuh menjaga kerahasiaan yaitu tetap menyimpannya dalam kepala, alias dalam ingatan.Tentu saja pilihan yang terakhir adalah yang teraman, karena jika ada sesuatu yang terjadi pada kepala administrator tersebut, password akan sangat sulit untuk dilacak.
(lni/ash)
(lni/ash)