Orang Tua Kecolongan Aktivitas Anak di Internet
- detikInet
New York -
Menurut riset yang dilakukan perusahaan keamanan Webroot Software, banyak orang yang tidak tahu aktivitas anaknya di Internet. Hasil survei di Amerika Serikat menunjukkan pengakuan anak selalu berbeda dengan perkiraan orang tua.Lebih dari 70 persen anak-anak yang disurvei, dengan umur 11 sampai 17 tahun, mengatakan bahwa orang tua memang menanyai mereka tentang aktivitas di Internet, tapi meraka tidak selalu memberi jawaban akurat.Menurut Webroot, lebih dari setengah remaja yang disurvei mengaku pernah belanja di Internet, tapi 71 persen orang tua mengatakan bahwa anak-anak mereka tidak pernah membeli barang dari Internet. Empat puluh persen anak-anak mengatakan mereka menggunakan layanan instant messaging dan situs pertemanan, sementara hanya 30 persen orang tua yang mengetahui anaknya menikmati layanan-layanan tersebut.Hasil lainnya, 45 persen anak mengaku menghabiskan waktu di Internet rata-rata tiga jam atau lebih per harinya, tapi 76 persen orang tua mengatakan anak-anak mereka menghabiskan sekitar dua jam atau kurang."Tanpa bimbingan yang memadai dari orang tua, anak-anak bisa terjerumus dalam bahaya, membocorkan informasi penting tentang keluarganya, atau melakukan kebiasaan buruk lainnya seperti men-download musik secara ilegal atau aksi mengganggu lainnya," kata Mike Irwin, manager operational di Webroot Software, seperti dikutip detikINET, Senin (28/5/2007) dari ITNews.com"Namun masalah tersebut dapat dihindari jika orang tua menerapkan sistem pengawasan yang sama di dunia online seperti yang dilakukan di dunia offline. Percakapan langsung dan terus-menerus dengan anak-anak, dan menetapkan batasan dengan dukungan teknologi yang tepat, akan membantu mewujudkan penilaian yang baik," papar pernyataan Webroot.Survei tersebut juga mengungkap risiko yang bisa dialami anak-anak dan remaja jika terjerat tindak kejahatan di Internet. Tahun lalu, sedikitnya 43 persen remaja yang bergabung dalam situs pertemanan mengatakan mereka diajak orang yang baru dikenalnya untuk bertemu. Pada saat yang sama, hampir 40 persen anak-anak usia 11 sampai 17 tahun melaporkan telah menerima iklan seksual melalui e-mail atau iklan pop-up. Hampir semua anak-anak yang disurvei mengaku telah menggunakan e-mail.
(nks/nks)