Tentara Dilarang Akses Situs, YouTube 'Berontak'
- detikInet
Jakarta -
Beberapa waktu lalu, tersiar pengumuman bahwa Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau yang biasa disebut Department of Defense (DoD), mencabut hak akses para tentara ke 13 situs populer. Beberapa diantaranya adalah situs berbagi video YouTube dan situs musik MTV.Atas pelarangan tersebut, YouTube rupanya 'berontak'. Para pelopor YouTube secara tegas mempertanyakan alasan rasional DoD yang melarang para tentaranya untuk mengakses situs berbagi video populer tersebut.Untuk diketahui, awal minggu ini DoD mengumumkan keputusan pemblokiran 13 situs rekreasional seperti YouTube, MTV dan MySpace. Alasan yang DoD lontarkan saat itu adalah 13 situs tersebut dianggap terlalu banyak memakan bandwidth dan memperlambat jaringan milik DoD."Mereka (DoD) berkata bahwa pelarangan itu ada kaitannya dengan bandwidth, namun nyatanya mereka juga yang telah menciptakan Internet. Jadi, saya sendiri tidak tahu apa masalahnya," ujar kepala eksekutif YouTube, Chad Hurley dalam sebuah wawancaranya dengan AP, yang dikutip detikINET dari Vnunet, Sabtu (19/5/2007).Hurley juga menjelaskan bahwa dirinya bingung dengan pemblokiran ke situsnya. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya, Angkatan bersenjata AS itu rupanya telah merilis saluran khusus milik mereka di YouTube. Saluran itu berisi klip-klip yang menunjukkan rekaman para tentara AS yang sedang menolong warga Irak dan seorang anak Irak yang sedang mengadakan jambore."Kami akan berusaha mencari apa yang menjadi persoalan disini dan membicarakan apa yang bisa kami lakukan untuk menyelesaikan persoalan," ujar juru bicara YouTube, Julie Supan.Masih terkait dengan persoalan dunia maya, bulan ini pemerintah Irak juga mengesahkan undang-undang yang melarang fotografer berita dan operator kamera untuk memfilmkan adegan pengeboman.
(lni/dwn)