Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menyedihkan, Indonesia Lebih Suka ke Situs Asing

Menyedihkan, Indonesia Lebih Suka ke Situs Asing


- detikInet

Jakarta - Alasan penyedia jasa Internet di Indonesia untuk menggenjot kuota bandwidth internasionalnya tak lain karena kebiasaan pengguna yang lebih suka berkunjung ke situs luar negeri ketimbang lokal."Faktanya, dari jumlah pengguna Internet di Indonesia saat ini sebagian besar mengakses konten yang ada di luar negeri, dengan persentase lebih dari 65%," kata VP Public and Marketing Communication PT Telkom, Eddy Kurnia kepada detikINET melalui surat elektronik, Senin (30/4/2007).Dijelaskan, fakta tersebut merupakan salah satu yang terungkap dari beberapa fakta yang disampaikan pada forum Apricot di Bali pada 26 Februari 2007 lalu. Fakta lainnya, lanjut dia, menyebutkan penetrasi Internet di Indonesia masih terbilang sangat rendah, yaitu hanya 8,1%."Dari sisi jumlah pengguna Internet, Indonesia sebenarnya menempati urutan ke-13 terbesar dunia, namun dengan jumlah penduduk sekitar 221,9 juta angka penetrasinya menjadi sangat kecil," tukas Eddy.Apalagi bila menyangkut penetrasi Internet broadband yang baru mencapai 0,1%, menurut Eddy, posisi Indonesia praktis merupakan salah satu yang terendah di dunia. Ia mengakui, keterbatasan bandwidth merupakan salah satu faktor yang menghambat ekspansi akses broadband di Indonesia.Tentu saja hal ini mendorong kebutuhan akan ketersediaan bandwidth internasional yang besar. Hal tersebut dipenuhi Telkom salah satunya dengan bergabung dalam Konsorsium Asia-America Gateway (AAG) yang memiliki jaringan kabel laut sepanjang 19.000 km dan didesain untuk kapasitas 1,92 Terabit per detik (Tbps).Bergabungnya Telkom dalam konsorsium itu diharapkan dapat menggenjot kuota bandwidth internasionalnya menjadi 30 gigabit per detik (Gbps) di akhir 2008, bahkan hingga 70 gigabit per detik (Gbps) di sekitar 2011. "Saya kira ini merupakan langkah kongkret Telkom untuk merealisasikan apa yang disampaikannya lewat forum Apricot di Bali belum lama ini," ucap Eddy.Ia mengatakan penambahan bandwidth internasional akan berdampak besar bagi peningkatan pelayanan kepada pelanggan akses data dan Internet Telkom, termasuk pengguna akses broadband Speedy. "Di sisi lain, harapan pelanggan Telkom untuk mendapatkan tarif akses data dan Internet yang terjangkau akan lebih mudah untuk diwujudkan," tandasnya. (rou/nks)






Hide Ads