Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Catatan oleh Rama
Firefox, Kawan Setia ke Mana-Mana
Catatan oleh Rama

Firefox, Kawan Setia ke Mana-Mana


- detikInet

Jakarta - Pembaca, penggunaan media jelajah internet (browser) alternatif selain Internet Explorer (IE) telah mulai menjadi trend di kalangan peselancar dunia maya. Salah satu browser yang cukup populer adalah Firefox. Alasannya pun beraneka ragam, mulai dari penggunaannya yang cuma-cuma alias gratis, akses yang lebih cepat, atau dukungan fitur yang tak dimiliki oleh IE. Ternyata trend tersebut juga mewabah di kalangan pengguna internet yang tunanetra, pasalnya fitur-fitur yang terdapat dalam Firefox memungkinkan tunanetra melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar browsing. Seperti apa? Berikut ini penulis akan membagikan pengalaman selama menggunakan browser besutan Mozilla tersebut.Seperti telah kita ketahui, saat ini tunanetra (termasuk penulis) dapat mengakses internet menggunakan program pembaca layar (screen reader). Program tersebut yang akan mengubah teks atau obyek yang terpampang di monitor menjadi keluaran suara. Dengan kata lain, tunanetra dapat mengetahui apapun yang tertulis di monitor dengan cara mendengarkan teks yang dibacakan oleh program pembaca layar.Salah satu program pembaca layar komersial yang banyak digunakan oleh tunanetra adalah JAWS (Job Access With Speech) keluaran Freedom Scientific (www.freedomscientific.com). Atas permintaan pengguna tunanetra), aplikasi ini telah mendukung browser Firefox sejak versi 7.0.Untuk diketahui saja, sebelumnya JAWS hanya mendukung dua browser umum, yaitu IE dan Netscape Communicator (browser yang diperuntukkan khusus untuk tunanetra tidak masuk dalam hitungan).Hal tersebut tentu menggembirakan tunanetra yang telah lama mengetahui tentang kehandalan Firefox. Dengan JAWS versi 7.0 ke atas, mereka sudah dapat menikmati berbagai fitur yang sebelumnya tak mereka peroleh dari IE dan Netscape.Lalu, apa yang menjadikan Firefox menarik bagi tunanetra?1. Tak Perlu InstallSelain versi utuh, Firefox juga menyediakan versi portable yang dapat disimpan dan langsung dijalankan dari flash drive tanpa perlu instalasi. Hal ini sangat menguntungkan tunanetra, karena JAWS versi 7.0 juga memiliki versi portable yang dapat langsung dijalankan dari flash drive.Mengingat minimnya fasilitas ICT bagi tunanetra Indonesia, tunanetra yang aktif menggunakan fasilitas Internet -- khususnya penulis -- seringkali harus pergi ke Warung Internet (WARNET) dan meminta administrator untuk memasangkan aplikasi mereka. Selain merepotkan, terkadang browser yang digunakan juga bukan IE dan tak kompatibel dengan pembaca layar.Dengan bersandingnya kedua aplikasi portable tersebut (JAWS dan Firefox), tentunya akan memudahkan mereka dalam mengakses internet. Jadi, tak perlu merepotkan administrator dan merepotkan diri sendiri, tinggal "Plug and Play!"2. Banyak Situs Dalam 1 JendelaSebelum Microsoft meluncurkan IE 7 yang memiliki fitur multi tab (dapat mengakses banyak situs dalam 1 jendela sekaligus), permasalahan utama tunanetra yang mengakses banyak situs adalah "kepusingan" akibat banyaknya jendela browser yang harus dibuka (tunanetra menggunakan shortcut ALT-TAB untuk berpindah-pindah jendela). Kalau kurang konsentrasi, atau pembaca layarnya "HANG," bisa-bisa tunanetra tersesat dan mengakses jendela yang salah (contoh, mengetik e-mail di jendela DetikINET).Fitur multi tab yang lebih dulu diimplementasikan pada Firefox tentu menjadikan tunanetra lebih mudah mengakses banyak situs tanpa perlu membuka banyak jendela. Tunanetra dapat berpindah situs dari jendela Firefox dengan menekan CTRL-TAB, jadi jendela yang lain bisa diisi oleh Microsoft Word, FlashGet, BitTorrent, atau Winamp (4 aplikasi yang selalu aktif di laptop penulis).3. Akses Lebih CepatSiapa yang tak ingin browser-nya berjalan lebih cepat? Ini juga salah satu fitur yang sangat didambakan tunanetra, karena "menunggu" adalah salah satu aktivitas yang sangat menjengkelkan. Untuk dapat mengakses situs, sebuah browser menggunakan pipeline (panggilan data) yang akan me-request data ke server penyedia situs. Jika angka pipeline dinaikkan, maka akses ke situs akan semakin cepat. Namun biasanya request ini telah dikunci oleh pembuat browser, sebab bila banyak browser dengan angka pipeline tinggi mengakses situs yang sama, situsnya bisa "tewas" seketika (over-bandwidth). Dengan sedikit keterampilan, penulis berhasil menemukan sela pada Firefox yang memungkinkan untuk membuka jalur pipeline. Namun, penulis tidak menggunakannya untuk me-request data secara berlebihan, melainkan mematikan request untuk download obyek-obyek grafis seperti gambar dan animasi Flash, karena item-item tersebut tentu saja tak dapat dinikmati tunanetra. Jadi, jika dengan mematikannya akses internet menjadi lebih cepat bagi tunanetra, penulis berasumsi hal tersebut tak melanggar kode etik ber-internet.4. Dukungan Add-on dan ExtensionsSalah satu kelebihan Firefox adalah fitur Extensions yang mirip Add-on IE. Dengan Extensions, pengguna dapat mengkustomisasi browser-nya dengan fitur-fitur khusus, seperti menambah download manager, memasang pemblokir pop-up, dan lain-lain. Dengan adanya Extensions ini, tunanetra dapat mengoptimalkan kinerjanya saat berselancar menggunakan Firefox. Berikut ini beberapa Extensions yang penulis gunakan: AddBlock Plus -- Extensions ini berfungsi untuk menghalau pop-up yang sering muncul, biasanya dari situs-situs judi, porno, atau iklan obat kuat.FlashGot -- Sebuah Extensions yang memudahkan dalam urusan download, karena dapat dipakai untuk mengorganisasi file-file yang hendak di-download. Fitur-fiturnya sudah menyamai berbagai download manager populer (DAP, FlashGet, dll) yang ada saat ini.NoScript-- Extensions ini dapat diaktifkan untuk memblokir skrip-skrip berbahaya yang sering bertengger di situs-situs internet. Jadi, penulis hanya mengaktifkan skrip dari situs yang telah penulis kenal sebelumnya.FireFTP-- Bagi tunanetra yang biasa melakukan transfer data via FTP (File Transfer Protocol), FireFTP adalah Extensions yang paling kompatibel dan dapat dengan mudah diakses menggunakan pembaca layar.VideoDownloader-- Kebutaan tak menghalangi penulis untuk download video dari situs-situs terkenal macam YOUTUBE atau Google Video. Extensions ini cukup kompatibel digunakan oleh tunanetra, meskipun harus sedikit kreatif dalam mengoperasikannya.KompatibilitasHingga saat ini, tunanetra dapat menggunakan Firefox versi 1.5. JAWS versi 7.0 ke atas memang telah mengenali versi Firefox yang lebih tinggi, namun tingkat kompatibilitasnya tak sebaik pada saat dijalankan di Firefox versi 1.5.Jika dibandingkan dengan IE dan Netscape, tingkat kompatibilitas JAWS memang berada di bawah kedua browser tersebut. Tapi, Firefox sudah cukup menyenangkan bila diakses dengan JAWS versi 7.0. Jadi, jika ada tunanetra yang kebetulan membaca artikel ini, bolehlah segera menjajal Firefox dengan men-download-nya di http://www.mozilla.com.Keterangan Gambar: Screenshot Logo Firefox. Inset: Penulis, Eko Ramaditya Adikara. Sumber: inet. Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com."Catatan Rama" lainnya:-Raksasa Game Belum Pakai Senjata Pamungkas-Bisnis PS3 Tak Seindah Pendahulunya-Pertemanan di Internet, dari 'Friendster' sampai 'Sohib'- Nintendo Kembali Meraja di 2006- Video Game dari Generasi ke Generasi (2)-Video Game dari Generasi ke Generasi (1)- Basmi Pocong dengan Game Lokal- Bermain Game, Baik atau Buruk?- Game di Indonesia: Antara Asli dan Bajakan (wsh/wsh)






Hide Ads