E-mail Bikin Orang Rela Kehilangan Rumah dan Istri
- detikInet
Jakarta -
Seberapa besar ketergantungan anda terhadap e-mail?Mayoritas orang yang menjadi responden dalam sebuah penelitian, ternyata lebih memilih untuk tidak menggunakan deodoran, tidak meminum kopi dan tidak melakukan hal-hal penting lain dalam sehari. 'Keikhlasan' ini lebih dipilih dibanding harus pergi tanpa mengirim dan menerima pesan e-mail.Jeff Holzman, wakil presiden eksekutif dari IncrediMail yang menggawangi penelitian ini mengaku hasil temuan perusahaannya tentang ketergantungan orang terhadap e-mail sungguh mengejutkan. Dikutip detikINET dari InformationWeek, Rabu (18/4/2007), perusahaan software ini melibatkan 10 ribu responden yang berasal dari kalangan penggunanya.Penelitian itu juga menunjukkan, sebesar 73,8 persen responden mengaku e-mail merupakan hal penting dalam hidup. Ketika ditanyakan apa yang akan mereka korbankan demi tetap berhubungan dengan e-mail, 54,4 persen responden merasa lebih baik melupakan cokelat, sementara 50,2 persen responden mengaku lebih baik tidak meminum kopi demi mendapat e-mail. Barang seperti televisi dan ponsel rupanya juga dikalahkan oleh e-mail. Sebanyak 41,4 persen responden rela melewatkan televisi sedangkan 38,4 persen respoden bersedia tidak menggunakan ponsel.Bahkan tak sekedar barang-barang sepele semacam itu, 6 persen responden memilih kehilangan rumah dan yang lebih mengejutkan, 14,9 persen responden mengaku rela tak hidup bersama pasangan hidup mereka.Soal waktu yang dihabiskan dengan e-mail, 59,8 persen responden mengaku lebih banyak bekerja dengan e-mail daripada melalui telepon, sementara 51 persen responden menyatakan lebih banyak berhubungan dengan e-mail daripada bekerja keluar kantor. Bahkan 12 persen responden mengaku waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk beraktivitas dengan e-mail daripada tidur.Bagaimana dengan isi e-mail mereka? Hampir 50 persen responden mengaku saling berkirim lelucon dengan teman atau kolega, 19 persen responden menggunakan e-mail untuk memulai kisah asmara sementara hanya 7 persen responden yang menggunakan e-mail untuk mengakhiri hubungan.
(lni/wsh)