Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Blogger Jadi Informan Penembakan Virginia Tech

Blogger Jadi Informan Penembakan Virginia Tech


- detikInet

Jakarta - Saat peristiwa penembakan massal terjadi di kampus Virginia Tech di Amerika Serikat, blogger ikut berperan. Penulis dunia maya itu ikut jadi informan bagi para wartawan yang meliput tragedi itu. Salah seorang blogger yang dikenal sebagai icantread01, memposting artikel tentang pacarnya yang menjadi korban penembakan massal tersebut. Dengan cepat artikel itu mengundang perhatian berbagai perusahaan media. CBC Newsroom, NPR dan MTV News, semua meninggalkan pesan lewat fasilitas komentar di blog LiveJournal milik icantread01. Mereka meminta kesediaannya untuk diwawancarai mengenai pacarnya, Kate, yang dia ceritakan sedang berada di rumah sakit karena tertembak di tangannya.Blogger kerap kali menjalankan peran layaknya seorang jurnalis saat menyaksikan sebuah kejadian besar. Mereka menuliskan apa yang mereka lihat, memajang foto dan video kejadian yang berhasil mereka abadikan, dan mempostingnya di situs-situs seperti Flickr dan YouTube.Hal yang sama juga terjadi saat bom meledak di stasiun bawah tanah di London. Saat itu tidak hanya jurnalis, blogger dan orang-orang yang merekam kejadian melalui bidikan foto dan rekaman video kamera ponsel, menjadi penyaji informasi paling cepat.Robert Niles, editor Online Journalism Review (OJR) menilai bahwa Web sangat kental dengan sifat kesegeraannya dalam menyebarkan informasi. Menjadikan blogger sebagai narasumber juga dinilai sah-sah saja dilakukan oleh jurnalis. "Tentu saja jurnalis bisa menindaklanjutinya (informasi di blog-red), menemukan orang pertama yang jadi saksi atau saksi potensial, dan mewawancarai mereka untuk mendapatkan informasi yang lebih terperinci sehingga dapat menghasilkan cerita yang lebih lengkap," papar Niles. "Dengan begitu, proses pengumpulan berita bisa lebih cepat," imbuhnya seperti dikutip detikINET dari OJR, Rabu (18/4/2007).Meski begitu, ada juga kasus kesalahan informasi yang mencoreng kredibilitas media berbasis Web. Seperti yang terjadi saat calon presiden Amerika Serikat John Edwards diinformasikan menarik diri dari pemilihan karena istrinya mengidap kanker. Berita tersebut menyebar dengan cepat, sebelum ada bukti bahwa informasi itu tidak benar.Namun begitu, Niles menilai hal itu tetap ada baiknya. "Jurnalis selalu meniupkan setiap perkembangan berita," ujar Niles. "Sisi baik dari kondisi sekarang ini adalah Anda dapat memperbaiki setiap kesalahan dengan lebih cepat. Orang bisa mempublikasikan informasi yang tepat dengan lebih cepat, dibanding yang bisa dilakukan di masa lalu dan tidak perlu menyediakan halaman khusus untuk koreksi," paparnya. (nks/wsh)




Hide Ads