Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Cegah Kepunahan, Orangutan Sumatera Main Video Games

Cegah Kepunahan, Orangutan Sumatera Main Video Games


- detikInet

Atlanta - Melihat orang-orang mulai dari usia balita hingga dewasa bahkan tua, sedang bermain video games bukanlah hal istimewa. Video games memang untuk semua kalangan. Namun, bagaimana kalau pemainnya adalah seekor orangutan Sumatera? Peristiwa tersebut memang benar terjadi. Di kebun binatang Atlanta, para peneliti binatang menggunakan video games untuk menguji kemampuan kognitif orangutan Sumatera. Yang saat ini sedang digunakan untuk penelitian tersebut adalah 2 orangutan Sumatera bernama Bernas yang berusia 4 tahun dan induknya, Madu.ABCNews yang dikutip detikINET, Jumat (13/4/2007) melansir, video games khusus orangutan ini dirancang dalam bentuk layar sentuh yang ditanam dalam sebuah bangun yang mirip pohon. Bentuk ini diusahakan semirip mungkin dengan habitat asli orangutan sehingga mereka betah berada disana. Dalam sebuah game, primata tersebut memasangkan antara suara binatang dengan foto pemilik suara tersebut. Jika benar, sang pemain mendapat hadiah makanan. Pada game lain, orangutan dituntun untuk menggambar diatas layar sentuh dengan menggerakkan tangan serta bagian tubuh lain. Hasil gambar mereka yang berwarna-warni pun dipamerkan untuk para pengunjung kebun binatang. Bagian menarik dari penelitian ini? Pengunjung dapat menyaksikan permainan yang dilakukan orangutan tersebut. Pihak kebun binatang sendiri berharap, pameran ini akan meningkatkan kesadaran akan populasi orangutan yang terancam kepunahan serta menunjukkan bahwa primata itu memiliki kecerdasan.Komputer video games dalam penelitian ini adalah bantuan dari IBM. Para sukarelawan dari 'Big Blue' tersebut menghabiskan waktu hampir 500 jam demi mengembangkan sistem ini. Selain itu juga menguji kemampuan belajar, berpikir dan mengingat dari orangutan. Selanjutnya, data ini diserahkan kepada para peneliti di kebun binatang dan rekanan proyek yang tergabung dalam Atlanta's Center for Behavioral Neuroscience.Menurut Elliot Albers dari Center for Behavioral Neuroscience, data tersebut membantu peneliti untuk mempelajari tentang pola sosialisasi dan kehidupan dari orangutan seperti mimik dan guratan wajah. Para peneliti sendiri berharap, data yang terkumpul dari kegiatan ini dapat merujuk pada strategi konservasi baru demi menyelamatkan 37 ribu orangutan yang hidup tersebar di pulau Kalimantan dan Sumatera."Jika kami lebih tahu tentang proses kognitif orangutan, kami akan lebih tau apa yang mereka butuhkan untuk bertahan di alam liar," ujar Tara Stoinski, manajer rekanan konservasi untuk kebun binatang."Harapan kami, primata tersebut nantinya dapat menemukan sumber makanan dengan lebih mudah," ujar Albers.Selain di Atlanta, penelitian serupa juga dilakukan di National Zoo di Washington D.C. dan Lincoln Park Zoo di Chicago, Amerika Serikat. (lni/nks)







Hide Ads