Google Nyaris Kecemplung Skandal Database Cina
- detikInet
Jakarta -
Sebuah perusahaan pesaing Google di Cina menuding raksasa pencarian itu menggunakan database milik mereka pada salah satu aplikasinya. Google pun sulit mengelak. Awalnya adalah Sohu.com, situs asal Cina, yang 'menggugat' Google. Aplikasi bernama Google Pinyin IME, yang digunakan untuk menampilkan huruf Cina dari sebuah kata, menurut Sohu menggunakan database milik mereka. Bukti-bukti pun menyudutkan Google. Dalam aplikasi Sohu terdapat nama-nama penyusun database tersebut, dan nama-nama tersebut juga muncul di aplikasi Google. Selain itu, beberapa kesalahan pengejaan pada aplikasi Sohu juga berulang di aplikasi Google. Walhasil, Google pun didesak Sohu agar meniadakan aplikasi tersebut atau mengubahnya agar tidak lagi menggunakan database Sohu. Tenggat dari Sohu adalah Senin 9 April 2007. Seperti dikutip detikINET dari IDG News Service, Rabu (11/4/2007), Google mengakui bahwa aplikasi itu menggunakan database dari pihak ketiga. "(Aplikasi itu) dibuat dengan database yang bukan sumber daya Google. Kami siap menyelesaikan masalah ini," tutur Cui Jin, jurubicara Google di Cina. Cui tidak menyebutkan database apa yang digunakan Google. Di sisi lain Google segera mengubah aplikasi itu agar menggunakan database milik mereka sendiri. "Kamus yang baru kini menggunakan data dari ribuan entry pada database pencarian Google yang telah dikumpulkan selama ini," tutur Cui. Sohu pun agaknya puas dengan perubahan tersebut. Kini kesamaan database Sohu dengan Google hanya mencapai 79 persen, dari sebelumnya 96 persen. Selain memperbaiki databasenya, Google juga menambal aplikasi Pinyin itu dari celah keamanan. Perbaikan itu mulai berlaku Minggu 8 April 2007, satu hari sebelum tenggat.
(wsh/wsh)