Pembajak CD Pakai Bahan Kimia Penangkal Anjing Pelacak
- detikInet
Kuala Lumpur -
Untuk menghadapi dua ekor anjing pelacak CD (compact disk) bajakan yang bertugas di Malaysia, para pembajak di negara tersebut disinyalir mencoba mengakalinya dengan cara baru. Yaitu dengan menambahkan suatu bahan kimia pada barang bajakan tersebut.Seperti dijelaskan Fahmi Kassim, dari kementerian perdagangan domestik Malaysia, untuk menghalau penciuman kedua anjing ini para pembajak mencoba mengantisipasi dengan menyemprotkan bahan kimia pada CD bajakan yang diselundupkan.Tujuannya adalah untuk mempengaruhi penciuman dari kedua anjing labrador ini, tentunya dengan harapan dapat mengelabui mereka. Pasalnya, Lucki dan Flo--nama kedua anjing tersebut--dilatih dengan mencium keberadaan bahan kimia polycarbonates yang biasa digunakan dalam pembuatan kepingan CD."Para pembajak telah merasa frustasi karena suksesnya kinerja kedua anjing tersebut," ujar Fahmi, seperti dikutip detikINET dari Associated Press, Selasa(27/3/2007).Sebelumnya, pihak kementerian juga mengatakan kedua anjing tersebut pernah sengaja dipindahkan ke suatu tempat yang lebih aman karena ada kabar bahwa para pembajak mengadakan sayembara bagi siapapun yang berhasil membunuh kedua anjing ini.Seperti telah diberitakan sebelumnya, kedua anjing pinjaman dari Motion Picture Association of America (MPAA) ini pertama kali diberdayakan di bandara internasional Kuala Lumpur pada 13 maret lalu. Sampai bulan ini mereka cukup berperan dalam menggagalkan penyelundupan hampir 1 juta keping CD ilegal atau senilai US$ 2,8 juta ($1 = Rp 9105, sumber: detikcom)."Kami yakin para pembajak akan menunjukkan kekuatan mereka, untuk membuktikan kemampuan mereka dalam mengelola dan menjalankan bisnis walau kami telah menyita CD (bajakan-red) dalam jumlah besar," imbuh Fahmi.Menurut pemerintah Amerika Serikat dan MPAA, Malaysia dianggap sebagai salah satu produsen dan eksportir utama CD bajakan di dunia. Tahun lalu, sekitar 5 juta disk bajakan telah berhasil disita pemerintah Malaysia dengan lebih dari 2000 penyergapan dan menahan 780 tersangka.
(ash/nks)