Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Penumpang Pesawat Wajib Lindungi Baterai Ponsel dan Laptop

Penumpang Pesawat Wajib Lindungi Baterai Ponsel dan Laptop


- detikInet

New York - Dunia penerbangan Amerika kian berbenah. Kini mereka semakin meningkatkan keselamatan penumpang dengan memberi peringatan untuk penumpang agar melindungi baterai yang ada dalam laptop dan ponsel mereka. Peringatan ini muncul berkaitan dengan kasus kebakaran ponsel dan laptop saat penerbangan berlangsung, lebih dari beberapa minggu silam.Peringatan yang diterbitkan oleh badan Pipeline and Hazardous Materials Safety Administration (PHMSA) di Departemen Transportasi Amerika Serikat ini merekomendasikan para penumpang untuk melindungi baterai laptop dan ponsel mereka. Perlindungan tersebut dengan menutupi baterai dengan melapisinya dengan selotip untuk mencegah benturan dengan benda-benda berbahan besi. Selain itu, juga disarankan untuk menempatkan baterai dalam tas plastik atau sejenisnya dan menaruhnya dalam tas tangan dan bukannya dalam tas yang diletakkan dalam kabin bagasi.PCWorld yang dikutip detikINET, Senin (26/3/2007) melansir, pelarangan penempatan baterai dalam tas di kabin bagasi bukannya tanpa alasan. Dalam salah satu situsnya, PHMSA menganggap baterai dapat memicu kebakaran lebih mudah ketika berada dalam kabin bagasi."Kami hanya memastikan penerbangan Amerika menjadi yang teraman di dunia,," ujar Stacey Gerard, pejabat keamanan PHMSA dalam sebuah pernyataan. "Penumpang dapat membantu kami dengan mematuhi peringatan tentang baterai mereka," tambahnya.Untuk diketahui, pada 10 Februari tahun ini, terjadi peristiwa kebakaran pada kabin diatas kepala penumpang di penerbangan pesawat JetBlue Airways sesaat setelah pesawat itu lepas landas dari bandara JFK, New York. Penyebab kebakaran tersebut diperkirakan adalah satu atau lebih baterai yang ada dalam kabin penumpang itu. Untungnya, JetBlue kemudian dapat didaratkan di bandara terdekat dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena api dapat dipadamkan.PHMSA juga mengungkapkan, minggu lalu sebuah baterai diperkirakan menjadi terlalu panas dan menyulut api saat ada dalam penerbangan pesawat American Airlines dari Argentina. Namun api dapat dipadamkan oleh awak pesawat.Peringatan dari PHMSA juga diikuti oleh Air Line Pilots Association (ALPA). Badan ini merupakan kumpulan dari 60 ribu pilot dari Amerika Serikat dan Kanada yang mengawaki pesawat komersial. "ALPA tidak melarang penumpang membawa perangkat elektronik maupun baterai saat dalam penerbangan. Kami hanya ingin penumpang mengetahui resikonya dan pilot tahu bagaimana menanganinya," ujar Mark Rogers, direktur penanganan barang berbahaya ALPA."Api baterai bisa menjadi sulit dipadamkan dan mungkin akan menyala lebih besar beberapa kali sebelum dapat dimatikan. Kami juga khawatir, peristiwa kebakaran akibat baterai tidak ada dalam pelatihan kru penerbangan, sehingga mereka perlu tahu bahwa peralatan tradisional pemadam api mungkin tidak efektif dalam kasus ini," ujar Rogers.Hmmm... perlu ditiru penerbangan Indonesia nih. (lni/lni)






Hide Ads