Swedia Rencanakan Pengintaian E-mail
- detikInet
Jakarta -
Mengatasnamakan perlawanan terhadap tindakan terorisme dan berbagai ancaman negara, pemerintah Swedia mengungkapkan rencana kebijakannya untuk memberikan hak khusus untuk pengintaian. Diberitakan Telecomasia.net dan dikutip detikINET, Jumat(9/3/2007), hak tersebut mengijinkan agen intelijen untuk mengintai lalu lintas e-mail dan telepon yang menuju luar negeri tanpa perlu ijin dari pengadilan. Tak pelak, rencana ini langsung menuai protes sebagian kalangan.Pemerintah bersikeras, rencana ini hanya akan berimbas pada satu fraksi komunikasi elektronik saja. Namun pihak yang mengajukan kontra menganggap rencana kebijakan tersebut akan berimbas jauh.Sebelum diterapkan, rencana kebijakan ini harus mendapatkan pengesahan dari parlemen. Jika disetujui, maka lampu hijau akan diberikan bagi agen intelijen National Defence Radio Establishment untuk menggunakan software pembaca data, demi mencari kata kunci sensitif di semua panggilan telepon dan komunikasi e-mail, baik melalui kabel maupun kawat menuju luar negeri.Saat ini, lalu lintas seperti itu hanya dapat dilakukan dengan ijin pengadilan bagi pihak kepolisian yang sedang mengadakan penyelidikan. Ijin tersebut juga berlaku sekalipun agen intelijen bebas memata-matai sinyal yang dibawa pesawat seperti radio dan lalu lintas satelit.Rencana pengawasan ini juga disinyalir oleh polisi keamanan Swedia, SAPO akan merusak integritas personal. Namun Menteri Pertahanan Swedia, Odenberg membantah dan mengatakan kebijakan tersebut akan banyak membantu negara.Untuk diketahui saja, pemerintah negara-negara di Eropa secara bertahap meningkatkan pengawasan, dan memperluas kewenangan melakukan penyadapan, serta memperkuat penyelidikan polisi sebagai bagian dari usaha melawan terorisme.Namun dilihat dari rencana kebijakan di atas, bisa dibilang Swedia yang paling jauh melangkah. Di Belanda, agen rahasianya punya kewenangan mengawasi e-mail hanya untuk kasus-kasus tertentu, namun mereka tak berhak mengawasi lalu-lintase-mail internasional.
(lni/nks)