Pemindai Keamanan Menembus Lekuk tubuh
- detikInet
Phoenix -
Segala upaya dilakukan Amerika Serikat (AS) untuk mencegah lolosnya teroris yang membawa bahan peledak dan senjata di bandar udara miliknya. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi baru yang menggunakan sinar X untuk memindai bagian tubuh penumpang secara lebih jelas.Meskipun canggih dan mengadopsi teknologi mutakhir alat ini dianggap kontroversial. Pasalnya, alat ini memiliki kemampuan untuk menerawang menembus pakaian yang dikenakan dan memperlihatkan lekuk tubuh yang jelas memalukan.Sehingga, guna menghindari kritik dari berbagai pihak, badan keamanan transportasi AS menyarankan tampilan gambar dari alat ini agar dibuat hanya gambar garis-garis tetapi tetap dapat mendeteksi senjata dan bahan peledak.Benar saja, belum pula alat ini digunakan di berbagai bandar udara di AS, seorang pakar sudah mempermasalahkan tampilan yang diberikan alat ini. Ia menganggap tampilan tersebut merupakan suatu pelanggaran privasi"Tampilan gambar tersebut terkesan seperti pemeriksaan secara telanjang. Anda tidak harus melakukannya hanya untuk menaiki pesawat terbang dan jutaan rakyat Amerika akan menganggapnya sebagai suatu pornografi," tegas Barry Steinhardt, direktur Technology and Liberty Project dari ACLU Washington, D.C. Sebagai langkah awal, alat ini pertama kali diujicobakan di bandar udara internasional Sky Harbour di Phoenix, AS. Bagi penumpang yang tidak lolos standar penyaringan lewat detektor logam mempunyai pilihan untuk diperiksa dengan alat baru ini atau dengan pemeriksaan manual dengan penelusuran di sekitar bagian tubuh yang wajar."Hal ini (penggunaan alat baru-red) 100 persen secara sukarela, jadi jika penumpang merasa tidak nyaman menggunakannya maka mereka tidak perlu melakukannya," ujar Nico Melendez, dari badan keamanan transportasi seperti dukutip detikINET dari Associated Press, Senin (26/2/2007).Penumpang yang memilih alat baru ini diminta untuk berdiri di depan alat sinar X dengan kedua tangan terangkat dan mereka diharuskan memutar. Prosedur ini hanya menghabiskan waktu kurang dari satu menit. "Pemeriksaan sepertinya lebih cepat, dan saya merasa nyaman dengannya. Saya juga percaya mereka (badan keamanan transportasi-red) mencoba untuk membuat sesuatunya lebih cepat dan lancar," tambah Kelsi Dunbar, salah satu penumpang yang mencobanya.
(ash/ash)