Situs TNI AD Rawan Karena Percobaan yang Kebablasan
- detikInet
Jakarta -
Situs TNI AD sempat rawan penipuan karena terdaftar di sebuah layanan gratisan. Hal itu terjadi akibat percobaan kebablasan yang lupa dialihkan.Domain tniad.mil.id terdaftar di sebuah layanan gratisan di internet yang bisa digunakan untuk membuat subdomain. Hal ini dikhawatirkan menimbulkan kerawanan karena bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.Menurut Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Angkatan Darat, Brigjen Ricardo Siagian, hal itu terjadi karena pengelola lupa mengubah setting percobaan. "Itu terjadi karena percobaan yang kebablasan," ujar Ricardo kepada detikINET, Senin (22/1/2007). "Intinya kami berusaha agar situs kami tidak diganggu oleh pihak lain. Tentunya kami tidak ingin diinterferensi oleh kepentingan lain," tutur Ricardo mengomentari kejadian itu. Letnan Kolonel Asep Kusman, pengelola situs Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), mengatakan bahwa kesalahan itu sudah diperbaiki. "Waktu daftar ke Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk percobaan diarahkan sementara ke penyedia gratisan itu. Ternyata hingga hari ini (22 Januari 2007-red) belum diubah," Asep menjelaskan. Menurut Asep kini pihaknya sudah melakukan perubahan yang diperlukan. Diharapkan kerawanan tersebut tidak lagi bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga. Pengembangan SitusRicardo menuturkan, pengembangan situs tniad.mil.id dilakukan sendiri oleh pihak Dispenad. Ke depannya, Ricardo akan mengajak Kodam di daerah-daerah untuk menampilkan konten mereka di situs tersebut. "Dalam Rapat Pimpinan Angkatan Darat yang akan datang kami akan sosialisasikan. Agar nantinya, informasi dari setiap Kodam bisa diketahui juga oleh pengakses situs ini," Ricardo menuturkan. Menurutnya TNI AD bersikap terbuka terhadap masukan maupun pertanyaan dari pihak luar. Bahkan di situs tniad.mil.id juga telah dibuka kesempatan bagi pihak luar yang ingin memberi masukan atau pertanyaan pada TNI AD.
(wsh/wsh)