Laporan dari Vietnam
Pengguna Internet Vietnam Tumbuh Signifikan
- detikInet
Vietnam -
Jumlah pengguna Internet di Vietnam tumbuh signifikan. Setidaknya sekitar 14,5 juta orang, atau 17,5% dari total populasi negara Vietnam telah terhubung dengan dunia maya.Hal tersebut mengemuka dalam Workshop 'The Role of The University in Information Technology for Development in Asia', yang berlangsung di Universitas Hue - Vietnam, Jumat (12/1/2007).Dipaparkan pula dalam workshop tersebut, bahwa 92% institusi bisnis di Vietnam juga telah menggunakan Internet, dengan 81% diantaranya terkoneksi dengan jaringan broadband.Kemajuan infrastruktur dan penetrasi Internet di Vietnam, khususnya bagi kalangan bisnis, merupakan salah satu sasaran yang dituju dalam Rencana Umum Pengembangan e-Commerce Vietnam 2006-2010 yang diluncurkan pemerintah dua tahun silam. Targetnya, 60% perusahaan besar di Vietnam akan terjun ke proses bisnis B2B e-commerce pada 2010 mendatang. Bahkan, dunia pendidikan juga akan mendapatkan perhatian khusus dalam ketersediaan akses Internet yang memadai.Adapun untuk pengguna umum, yang jumlahnya 14,5 juta orang tersebut di atas, 454 ribu diantaranya menggunakan broadband. Adapun bandwidth internasional yang dikonsumsi Vietnam mencapai lebih dari 6 Gbps.Peneliti ICT AsiaMasalah rendahnya semangat untuk melakukan penelitian oleh para akademisi di sejumlah negara-negara Asia, turut menjadi topik diskusi yang menarik. Tak adanya insentif yang menarik bagi peneliti, kurangnya dorongan dari pemerintah ataupun kampus hingga minimnya motivasi dari akademisi yang bersangkutan, menjadi penyebab umum.Khususnya di bidang Information and Communication Technology (ICT) dalam aspek pengembangan sosial-ekonomi, keberadaan peneliti di bidang tersebut masih dirasa sangat kurang. Padahal, seperti diyakini oleh para peserta workshop, ICT merupakan alat bantu yang berperan signifikan dalam pengembangan sosial-ekonomi suatu negara.Sayangnya, masih banyak akademisi yang memandang ICT sebagai hal yang eksklusif. Seolah ICT hanyalah untuk kepentingan ICT itu sendiri, tanpa ada upaya untuk mengaitkan atau setidaknya mencari tahu kaitannya dengan aspek-aspek lainnya, khususnya di hal non-teknis.Peserta workshop kali ini diikuti oleh sejumlah wakil peneliti ICT dari beberapa negara Asia, seperti Thailand, Cina, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Indonesia. Untuk Indonesia, peneliti yang terlibat dalam workshop kali ini adalah Kepala Lab Manajemen FE - UBiNus Robertus Tang Herman dan penulis sendiri dalam kapasitas sebagai peneliti senior dari ICT Watch.*) Keterangan foto:- atas: Bandara Ho Chi Minh telah dilengkapi akses Internet gratis- tengah: 'Learning Resources Center' milik Universitas Hue- bawah: Suasana workshop yang diikuti peneliti ICT dari negara Asia(fotografer: Donny B.U.)
(dbu/dbu)