Kartu Kredit, Senjata Baru Perangi Pornografi Internet
- detikInet
Jakarta -
Maraknya peredaran pornografi anak di dunia maya, membuat kepolisian Jerman menyiapkan senjata baru untuk melacak pelaku kejahatan seksual menyimpang ini.Kali ini, kepolisian setempat telah bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit untuk melacak alamat IP (Internet Protocol) si pelaku dengan berpatokan pada informasi database transaksi penggunaan kartu kredit.Cara ini diambil karena pihak kepolisian tidak mempunyai hak akses untuk menyediakan rekaman transaksi finansial, tapi merupakan wewenang perusahaan penyedia kartu kredit.Hukum di Jerman memang memperbolehkan pihak kepolisian untuk meminta lembaga keuangan menyediakan data dari tiap individu demi kepentingan penyelidikan, namun dengan akses terbatas."Polisi tidak diizinkan menanyakan perusahaan kartu kredit ataupun bank tanpa alasan yang jelas, aksesnya pun tetap dibatasi," ujar Johann Bizer, dan dikutip detikINET dari Infoworld, Kamis (11/1/2007).Untuk awalnya kepolisian Jerman akan melacak lebih dari 22 juta pengguna kartu kredit. Dan dari jumlah itu, sebanyak 322 orang telah dicurigai pernah melakukan transaksi pornografi anak via Internet.Namun di sisi lain, menurut Johann, penyelidikan informasi transaksi dari setiap account dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dari pengguna, sehingga terjadi rasa tidak percaya kepada penyedia kartu kredit, yang pastinya merugikan perusahaan tersebut.
(ash/dwn)