Hati-Hati Memilih Komisioner KPI

Hati-Hati Memilih Komisioner KPI

ADVERTISEMENT

Kolom Telematika

Hati-Hati Memilih Komisioner KPI

- detikInet
Senin, 23 Jan 2023 09:45 WIB
Hariqo Satria
Hariqo Satria
Direktur Eksekutif Komunikonten dan CEO Global Influencer School. Praktisi Strategi Komunikasi, Pengamat Media Sosial, Dosen tidak tetap dan Penulis Buku Seni Mengelola Tim Media Sosial
ILustrasi KPI, KPI
Kolom telematika, hati-hati memilih komisioner KPI. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Deddy Corbuzier menyentil Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lewat video yang dipostingnya di akun instagram @mastercorbuzier.

"Mana KPI, ketika Fajar sadboy dan mantannya yang usia di bawah umur muncul di TV?" protes mantan pesulap ini.

KPI akhirnya menjawab, yang dilarang jadi narasumber televisi itu anak usia 7-12 tahun, sedangkan Fajar adalah remaja usia 15 tahun.

Namun harapan Deddy dan keinginan masyarakat agar KPI lebih serius mengawasi konten televisi, radio harus jadi perhatian DPR RI yang sedang memilih sembilan komisioner KPI Pusat pada 24 Januari 2023 ini.

Yang saya khawatirkan dari video Deddy itu adalah munculnya pemahaman 'membuat konten TV harus hati-hati, sementara membuat konten di medsos bisa lebih bebas'.

Kekhawatiran saya itu terjadi, terbukti dan terlihat dari beberapa respon pengguna media sosial.

Kesimpulan saya, saat ini konten media sosial itu jauh lebih berbahaya ketimbang televisi. Saya punya banyak data yang mendukung kesimpulan tersebut. Ngeri sekarang konten medsos ini.

Pembuat konten di televisi jauh lebih terdidik dan terlatih ketimbang pembuat konten di media sosial. Sementara pembuat konten di media sosial umumnya tidak membaca, memahami aturan penggunaan media sosial.

Televisi super berhati-hati melakukan siaran langsung, sedangkan pengguna medsos bisa melakukan siaran langsung meskipun tanpa persiapan sama sekali.

Soal perlindungan anak juga demikian, 87 persen anak Indonesia sudah mengakses medsos sebelum usia 13 tahun (Neurosensum Indonesia Consumers Trend 2021).

Sebab itu, konten Deddy Corbuzier yang menampilkan cewek-cewek yang menonjolkan dada, dan percakapan dewasa itu juga berbahaya.

Sekarang sudah 210 juta jiwa orang Indonesia mengakses internet (APJII 2022) dengan rata-rata setiap pengguna mengakses internet selama 8 jam 36 menit per hari (APJII dan We Are Social pada tahun 2021)

Jangkauan postingan media sosial jauh lebih luas ketimbang siaran televisi. YouTube ditonton oleh 43 persen pengguna internet di Indonesia. Sementara 57 persen netizen juga menonton televisi. (Survei Google dan Kantar TNS pada Januari 2018.

Konten televisi, radio diawasi KPI, konten media sosial siapa yang mengawasi?

Untuk para orangtua, saya mau bertanya, mana yang lebih berbahaya bagi anak Anda, konten di media sosial atau konten di televisi?



Simak Video "Sederet Rekomendasi Komnas HAM di Kasus Pelecehan Pegawai KPI"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT