Kopassus Digembleng Internet oleh Pakar TI
- detikInet
Jakarta -
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ternyata tak hanya perlu piawai dalam olah senjata dan teknik tempur. Kemampuan menggunakan Teknologi informasi (TI) ternyata juga sudah disadari sebagai sebuah kebutuhan.Selama dua hari berturut-turut, Kamis (3/8/2006) dan Jumat (4/8/2006), 25 anggota Kopassus mendapatkan gemblengan khusus tentang komputer dan Internet. Tak tanggung-tanggung, instruktur yang dilibatkan adalah dari anggota 'pasukan khusus' alias pakar TI Indonesia, yaitu Michael S. Sunggiardi dan Rene L. Pattiradjawane.Menurut Michael, salah satu materi yang dipelajari oleh para anggota Kopassus tersebut adalah pengoperasian sistem operasi Pazia Linux. "Tujuannya adalah agar di lingkungan Kopassus bisa diantisipasi kemungkinan terjadinya pembajakan software, dengan cara memperkenalkan berbagai solusi alternatif," ujar Michael kepada detikINET, Minggu (6/8/2006).Di dalam materi Linux tersebut, seperti diterangkan oleh Michael, para peserta pelatihan turut diajarkan tentang materi OpenOffice. "Membuat partisi dual boot dan menjalankan aplikasi untuk mengakses Internet merupakan kurikulum dasar pelatihan mereka," tambahnya. Pazia Linux sendiri merupakan sebuah distro yang dikembangkan oleh Asosiasi Penggusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO). Belajar JaringanDi hari kedua, materi ditingkatkan ke berbagai hal yang terkait dengan teknologi Internet dan jaringan komputer. Dasar-dasar TCP/IP, membangun jaringan dengan menggunakan teknologi yang tersedia, sampai merealisasi pembangunan jaringan wireless LAN dan HotSpot di markas Kopassus kawasan Cijantung turut diberikan.Menurut Michael, saat ini di lingkungan kompleks Kopassus Cijantung, sudah dipasang sambungan Internet dengan distribusi menggunakan serat optik dan wireless LAN. "Kedepannya akan dibangun HotSpot untuk seluruh anggota Kopassus, sehingga pekerjaan dan latihan-latihan yang memanfaatkan teknologi tinggi dapat dilakukan oleh seluruh prajurit secara merata," papar Michael.Selain memperdalam teknik jaringan komputer, kurikulum selama dua hari dari pagi hingga sore tersebut juga diisi dengan tukar menukar pengalaman dalam krisis bencana alam yang dialami di Aceh, Jogja dan Pangandaran. Rene yang juga kerap membantu Kopassus di daerah bencana, memaparkan pengalamannya membangun infrastruktur jaringan Internet yang hancur akibat gempa bumi.Adapun pelaksanaan pelatihan TI bagi Kopassus tersebut turut didukung oleh Pazia, distributor produk Acer, dengan meminjamkan 25 notebook Acer Aspire 3618. Seluruh kegiatan pelatihan dipusatkan di markas Kopassus - Cijantung.Komandan Grup 3, Kolonel Liston AS berkesempatan menutup acara pelatihan. Sedangkan selama pelatihan berlangsung, Komandan Batalyon 32, Mayor Farid Makruf turut serta aktif belajar bersama anggota pasukannya. (dbu)
(dbu/)