6 Kematian Mendadak Juragan Kripto yang Picu Teori Konspirasi

6 Kematian Mendadak Juragan Kripto yang Picu Teori Konspirasi

ADVERTISEMENT

6 Kematian Mendadak Juragan Kripto yang Picu Teori Konspirasi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 06 Des 2022 05:44 WIB
Vyacheslav Taran
Vyacheslav Taran. Foto: Metro
Jakarta -

Kematian mendadak dua juragan kripto dalam seminggu telah memicu rentetan narasi konspirasi. Tiantian Kullander dan Vyacheslav Taran, yang diperkirakan punya kekayaan miliaran dolar, jadi bahasan konspirasi baru di medsos, meski belum ada bukti ada sesuatu di balik kematian mereka.

Sebulan lalu, developer kripto Nikolai Mushegian juga meninggal karena tenggelam di Puerto Riko. Sebelummya, kematian juragan kripto lain juga mendapat perlakuan yang sama. Mungkin karena sifat kripto sendiri yang susah dikendalikan, membuat kecurigaan bermunculan walau tak ada buktinya. Dikutip detikINET dari Newsweek, Selasa (6/12/2022) berikut rangkuman 6 kematian mendadak juragan kripto:

1. Gerald Cotten

Salah satu kematian paling dibahas dalam industri kripto adalah kematian Gerald Cotten, pendiri Quadriga CX, yang pernah menjadi bursa mata uang kripto terbesar di Kanada. Ia meninggal saat bulan madu bersama istrinya, Jennifer Robertson, di Jaipur, India, tahun 2018.

Cotten meninggal karena komplikasi penyakit Crohn. Harga Bitcoin mulai jatuh sebelum kematiannya, dan perusahaannya terancam kehilangan jutaan dolar. Saat kematian, hartanya sekitar USD 200 juta dan membawa kata sandi akun Quadriga lenyap bersamanya. Menurut film dokumenter Netflix, setidaknya 110.000 pelanggan terimbas.

Penyelidikan Komisi Sekuritas Ontario menyebut Quadriga CX pada dasarnya adalah skema Ponzi. Cotten telah membuat akun Quadriga palsu, menggunakan dana palsu, dan melakukan perdagangan dengan bertaruh pada nilai kripto.

Sebagian orang percaya dia masih hidup, apalagi ada kesalahan ejaan namanya pada sertifikat kematiannya. Investor Quadriga lainnya percaya Cotten memalsukan kematiannya dan kabur dengan jutaan dolar, lalu operasi plastik. Namun semua itu belum ada buktinya.

2. Matthew Mellon

Juga di tahun 2018, Matthew Mellon, pewaris bank dan miliarder crypto, meninggal tak terduga. Ia dilaporkan bermasalah dengan narkoba.

Kekayaan bersihnya dilaporkan oleh Money sekitar USD 1 miliar. Sama seperti kematian Cotten, berpulangnya Mellon waktu itu ramai memunculkan berbagai teori konspirasi.

Misalnya ada sumber yang tidak disebutkan namanya memberi tahu media Daily Mail pada tahun 2018 tentang kecurigaan mereka bahwa Mellon mungkin telah dibunuh karena cryptocurrency-nya.

"Ratusan juta dolar hilang, mungkin untuk selama-lamanya," klaim sumber itu. "Matthew selalu mengatakan 'mereka' keluar untuk menangkapnya. Mungkin dia benar?" Namun, tuduhan ini tetap tidak terbukti.

Halaman selanjutnya, Mircea Popescu>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT