Pro Kontra Netizen Soal Suporter Bayaran di Piala Dunia 2022

ADVERTISEMENT

Pro Kontra Netizen Soal Suporter Bayaran di Piala Dunia 2022

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 21 Nov 2022 07:45 WIB
dpatop - 20 November 2022, Qatar, Al-Chaur: Soccer, World Cup 2022 in Qatar, Qatar - Ecuador, preliminary round, group A, match day 1, opening match at Al-Bait Stadium, artists dance during the opening ceremony. Photo: Robert Michael/dpa (Photo by Robert Michael/picture alliance via Getty Images)
Kontra Netizen Soal Suporter Bayaran di Piala Dunia 2022. Foto: Robert Michael/Picture Alliance/Getty ImagesPro
Jakarta -

Ajang Piala Dunia selalu dihiasi isu hangat seputar penyelenggaraan, tak terkecuali tahun ini. Qatar dituding telah menyewa penonton bayaran untuk meramaikan pesta sepakbola empat tahunan yang digelar di negeri tersebut.

Akun TikTok QatarLiving membagikan video penggemar dari berbagai negara mengibarkan bendera peserta Piala Dunia 2022, mulai dari Brasil, Portugal, Argentina, Ghana, Kamerun, dan Tunisia. Video-video tersebut ditonton jutaan kali, namun di kolom komentarnya ramai netizen menuliskan keraguannya kalau supporter tersebut asli.

Bahkan ada yang menuding para support di Qatar didatangkan dari Pakistan dan India. Ada pula yang menduga 'fans palsu' itu merupakan pekerja migran yang belum kembali ke negaranya.

Tudingan tersebut diperkuat laporan The Guardian bahwa Otoritas Qatar telah menghapus skema uang saku bagi suporter yang dibiayai untuk menghadiri upacara pembukaan Piala Dunia 2022. Kebijakan itu diambil lantaran otoritas Qatar lantaran ramai pemberitaan penonton bayaran di Piala Dunia 2022.

Para peserta program kontroversial Fan Leader Network diberi pesan bahwa mereka tidak akan mendapat uang saku sebagaimana sebelumnya dijanjikan. Pun begitu para penonton tetap mendapatkan akomodasi dan tiket untuk menyaksikan upacara pembukaan Piala Dunia 2022.

Twitter pun ramai dibahas penonton bayaran di Piala Dunia 2022, termasuk postingan foto-foto suporter yang bukan terlihat bukan dari negara peserta. Tak pelak menjadi pro kontra pada netizen.

"Qatar keknya pake jasa buzzer lokal untuk meramaikan suasana Piala Dunia, seolah-olah suporter sudah berdatangan padahal ya masyarakat lokal yang diberi jersey negara peserta Piala Dunia. Curiga gak sihh Kalian ??" tulis akun @SiaranBolaLibe

"Opening piala dunia taun ini selain penonton bayaran dr bangladesh ada juga tentara ungu dari seluruh dunia, alhamdulilah balik modal panitia," ujar @ikhtiarokky.

"Piala dunia berasa dahsyat pake penonton bayaran," kata akun @Muibsu.

"Lucu banget krn banyak yg protes tentang ini, padahal kalo kalian misalkan punya duit buat nonton kesana langsung dan dukung negara favorit kalian dg muka Indo yg dipenuhi hutang negara itu juga boleh² aja kan?! Masak karena kalian orang Indo, gak boleh pakai jersey negara lain?!," kata akun @i_isa99.

"Jangan pungkiri fakta kalo Qatar didominasi pekerja migran asal Asia Selatan. Sah sah aja dong jadi fans negara lain? Pertanyaan gue kalo orang kulit putih pake atribut begini dukung negara yg bukan asalnya, jd bahan ga?" tegas akun @fajarsyahr_afc.



Simak Video "Suasana Kafe Bernuansa Piala Dunia di Pinrang"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT