Twitter Diprediksi Tumbang Selama Piala Dunia 2022

Twitter Diprediksi Tumbang Selama Piala Dunia 2022

ADVERTISEMENT

Twitter Diprediksi Tumbang Selama Piala Dunia 2022

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 20 Nov 2022 16:47 WIB
Ilustrasi Twitter
Twitter Diprediksi Tumbang Selama Gelaran Piala Dunia 2022 Foto: Getty Images/RomanOkopny
Jakarta -

Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar tinggal menghitung jam dan media sosial dipastikan akan ramai dengan diskusi fans. Di sisi lain, Twitter diprediksi akan tumbang saat gelaran Piala Dunia 2022.

Seorang mantan karyawan Twitter yang tidak disebutkan namanya mengatakan platform media sosial itu berpeluang tumbang 50:50 selama Piala Dunia. Karyawan itu mengetahui cara kerja Twitter Command Center, tim troubleshooter yang memonitor Twitter untuk melihat lonjakan traffic dan server yang down.

"Antara kurangnya persiapan dan minimnya staf, saya pikir ini akan menjadi Piala Dunia yang sulit bagi Twitter," kata mantan karyawan Twitter tersebut, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (20/11/2022).

Mantan karyawan itu mengindikasikan insiden seperti layanan Twitter merespons secara lambat atau tidak sesuai hampir pasti terjadi selama 29 hari gelaran Piala Dunia di Qatar. Ia memperkirakan ada 90% kemungkinan Twitter akan mengalami masalah yang akan dilihat oleh pengguna.

Mantan karyawan Twitter yang berbicara dengan The Guardian mengatakan perusahaan berlogo burung itu tidak siap menangani lonjakan traffic saat jutaan pengguna mendiskusikan momen penting yang terjadi di Piala Dunia 2022.

"Traffic bisa melonjak tajam selama acara besar, sehingga tiap pertandingan besar atau keputusan kontroversial akan mendorong lonjakan lalu lintas yang sangat tiba-tiba - dan infrastruktur harus menyerap dampaknya," kata karyawan tersebut.

"Dalam situasi lain akan ada banyak orang yang mengawasi ini dan memastikan setiap hotspot akan ditangani," sambungnya.

Potensi gangguan sistem Twitter selama Piala Dunia 2022 menjadi sorotan setelah PHK besar-besaran yang dilakukan oleh pemilik baru dan CEO Elon Musk. Seperti diketahui orang terkaya di dunia itu baru saja membeli Twitter senilai USD 44 miliar pada akhir Oktober lalu.

Pada awal bulan ini, setengah dari 7.500 karyawan Twitter dipecat lewat PHK massal. Seminggu kemudian, hampir semua karyawan kontrak Twitter diberhentikan. Pekan ini, sekitar 1.000 karyawan Twitter mengundurkan diri secara massal setelah menolak ultimatum Musk untuk bekerja lebih intens.

Banyak dari karyawan yang mengundurkan diri merupakan pegawai senior yang sudah bekerja di Twitter selama bertahun-tahun. Beberapa karyawan yang dipecat dan mengundurkan diri juga termasuk mereka yang bertugas di Twitter Command Center.

Musk sendiri mengumbar antusiasmenya menyambut Piala Dunia 2022. Dalam cuitannya di Twitter, ia mengajak penggemar sepakbola untuk menonton Piala Dunia 2022 di Twitter agar bisa mendapatkan komentar dan diskusi secara real time.

Selain masalah kekurangan staf, mantan karyawan tersebut juga mengatakan Twitter tidak bisa bersiap menghadapi traffic Piala Dunia karena 'change freeze' yang ditetapkan Elon Musk. Aturan ini membuat karyawan dan engineer tidak bisa mengubah kode Twitter.

Saat ditanya apakah Twitter sudah menyiapkan rencana untuk mengatasi lonjakan traffic selama Piala Dunia 2022, mantan karyawan tersebut mengaku tidak ada rencana.

"Tidak ada setahu saya. Kita seharusnya sudah melakukan (persiapan) itu sejak beberapa minggu yang lalu," ujarnya.



Simak Video "Elon Musk Pamer Sederet Pencapaian di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT